1.473 Produk UMKM Tidak Siap Bersaing

  • Whatsapp
KM/MIFTAHUL ARIFIN-BERSAING: Puluhan produk unggulan UMKM Pamekasan diproyeksikan untuk suap bersaing dengan produk lain di toko modern.

Pemkab Upayakan Produk UMKM Masuk Toko Modern

Kabarmadura.id/PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten Pamekasan berupaya untuk menciptakan produk UMKM yang berdaya saing dengan produk-produk yang dipasarkan di toko-toko modern. Sayang, meski tercatat sebagai kabupaten dengan jumlah UMKM besar, namunproduk yang siap untuk bersaing di toko-toko modern masih sangat minim.

Tercatat, dari sekitar 1.509 UMKM yang ada di bumi Ratu Pamelingan, hanya ada sekitar 36 produk unggulan hasil kreasi pelaku UMKM yang siap dipasarkan di toko-toko modern dan swalayan. Semenatara sisanya 1473 masih dikagorikan belum siap bersaing.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pamekasan H.M Yulianto mengatakan, komitmen pemerintah untuk memajukan perekonomian melalui UMKM bukan isapan jempol belaka. Berbagai upaya dilakukan, salah satunya dengan menggandeng toko-toko modern dan swalayan.

Bahkan dikatakannya, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam telah mengambil sebuah kebijakan strategis, dengan mewajibkan semua toko modern yang beroperasi di wilayahnya, untuk menyediakan tempat hingga 25 persen, terhadap produk hasil olahan UMKM di toko tersebut.

“Kebijakan ini untuk membantu pelaku UMKM memasarkan produk mereka,” katanya Selasa (12/3).

Hanya saja menurut pria yang akrab disapa Jon itu, kebijakan strategis bupati tersebut harus dibarengi dengan kesiapan pelaku UMKM dalam memenuhi standart operasional pemasaran toko-toko modern dan swalayan. Termasuk standart izin operasional produksi, mulai dari izin kesehatan, izin edar, serta standarisasi produk olahan yang ditetapkan oleh toko-toko modern.

Diakuinya, saat ini dari 1.509 pelaku UMKM di Pamekasan, hanya ada sekitar 36 produk yang dinyatakan siap untuk dipasarkan ke toko-toko modern dan swalayan. Pelaku UMKM tinggal menunggu kesiapan manajemen toko modern dan swalayan, kapan harus memasok produk olahan mereka.

“36 Produk unggulan itu diantaranya, kopi mangrove, produk olahan durian, produk berbahan pisang, produk handycraft dan beberapa jenis produk lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Pameksan Baddrut Tamam mengatakan, selain kebijakan strategis dengan mewajibkan pemilik toko modern dan swalayan untuk menampung produk UMKM lokal. Pemerintah juga akan memfasilitasi para pelaku usaha melalui aplikasi berbasis online melalui program UMKM Go Online.

Program hasil kerjasama dengan Kementerian Kominfo itu, juga untuk memberikan pelatihan teknik penjualan daring bagi para pelaku usaha Sehingga nantinya, pelaku UMKM juga bisa memasarkan hasil produk secara online.

“Ini sudah menjadi komitmen kami dalam mendorong dan memajukan UMKM di Pamekasan,” tandasnya. (pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *