10.000 Lembar Saham untuk Program Pembiayaan MITRA BPRS Bhakti Sumekar

  • Whatsapp
(FOTO: KM: IST) MEMBANGGAKAN: Bupati Sumenep A Busyro Karim bersama Dirut BPRS BHAKTI Sumekar saat di ruang VIP Rumah Dinas Bupati Sumenep.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar Sumenep (Perseroda) terus berbenah dalam segala lini, lebih-lebih dari sisi pelayanan. Hal itu sebagaimana harapan Bupati Sumenep A Busyro Karim, termasuk peningkatan sumber daya manusia (SDM).

Peningkatan SDM di BPRS Bhkati Sumekar Sumenep harus dilakukan, sebagaimana dikatakan bupati, yakni dalam rangka mengimbangi kemajuan dan perkembangan badan usaha milik daerah (BUMD) yang bergerak di bidang jasa keuangan Sumenep tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kebutuhan terhadap peningkatan SDM di seluruh karyawan, supaya mampu memberikan pelayanan yang terus lebih baik kepada masyarakat. Oleh karena itu, BPRS Bhakti Sumekar harus terus meningkatkan kualitas SDM agar bisa berinovasi dan meningkatkan perbaikan kinerja,” papar Bupati Busyro pasca penyerahan secara simbolis lembar saham PT BPRS Bhakti Sumekar kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Senin (4/1/2021).

Di sisi lain, bupati dua periode itu juga menaruh harapan, supaya tidak hanya mengembangkan kualitas SDM berupa skil dan kemampuanny dalam bekerja, melainkan juga butuh peningkatan akhlak di jajaran karyawannya. Sebab jika diimbangi dengan akhlak, akan menghindari hal-hal yang bisa menjurus hal yang tidak baik.

“Jika hanya sekedar skill meningkat, tapi akhlak tidak diperhatikan, tentu saja jangka panjangnya bisa berdampak negatif terhadap pengembangan perbankan itu sendiri,” tuturnya.

Pemkab Sumenep sebagai pemilik, sekaligus pemegang saham pengendali (PSP), akan terus memberikan dukungan kepada BPRS Bhakti Sumekar. Tak hanya itu, suntikan modal juga dilakukan oleh Pemkab Sumenep.

Terbukti, pada tahun 2020, Pemkab Sumenep telah menambahkan modal disetor sebanyak 10.000 lembar saham dengan nominal Rp50 miliar.

“Untuk akumulasi PAD yang disetor Bank BPRS kepada Pemkab Sumenep sampai dengan akhir tahun 2020, sebesar Rp80 miliar lebih,” ungkap bupati.

Penyerahan 10.000 lembar saham ke BPRS Bhakti Sumekar pada tahun 2020 dilakukan langsung antara Bupati Sumenep A Busyro Karim dan Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Novi Sujtmiko.

Sementara itu ,Dirut BPRS Bhakti Sumekar Sumenep Novi Sujatmiko menjelaskan, Pemkab Sumenep telah banyak memberikan dukungan hingga membuahkan hasil yang juga maksimal dan membuat BPRS Bhkti Sumekar seperti saat ini.

Termasuk dalam hal penambahan modal kepada BPRS Bhakti Sumekar pada tahun 2020 sebanyak 10.000 lembar saham dengan nominal Rp50 miliar.

Pasalnya, penambahan modal itu sudah disiapkan program oleh pihaknya. Tentunya, hal itu untuk pengembangan dan untuk terus memberikan pelayanan, serta membantu peningkatan perekonomian masyarakat.

“Penambahan modal setor pada tahun 2020 sebesar Rp50 miliar, nantinya untuk pengembangan usaha bagi sektor UMKM melalui Program Pembiayaan MITRA (UMKM Sejahtera), dimulai pada tahun 2021 dan setelah mendapatkan pengesahan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” terangnya. (ong/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *