oleh

10 Desa Dominasi Kasus Stunting

Kabarmadura.id/PAMEKASAN–Angka kasus stunting di Kabupaten Pamekasan masih terbilang tinggi. Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, tercatat sebanyak 1.341 anak mengalami stunting pada 2018 lalu. Mirisnya, 10 desa dari 13 kecamatan, masih mendominasi kasus stunting di bumi Ratu Pamelingan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Farid Anwar melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Bambang Budiyono mengungkapkan, terdapat 10 desa di wilayahnya yang masuk dalam kategori darurat stunting.

Sepuluh desa yang mendominasi kasus stunting itu, masing-masing tersebar di tiga kecamatan berbeda. Yakni Kecamatan Pademawu, Kecamatan Proppo, serta Kecamatan Palengaan yang menyumbang kasus stunting terbanyak dari 1.341 kasus yang ditangani Dinkes Pamekasan.

Dari ketiga kecamatan itu, Bambang merinci 10 desa yang masih menyumbang kasus stunting. Desa-desa tersebut yaitu, Desa Jarin, Desa Durbuk, Desa Candi Burung, Desa Campor. Desa Panpedok. Sementara untuk Kecamatan Palengaan, terdapat Desa Banyupelle, Desa Angsanah, Desa Rek Kerrek, Desa Panaan dan Desa Potoan Daya.

“Dari tiga kecamatan itu, Kecamatan Palengaan menjadi penyumbang terbanyak kasus anak yang mengalami stunting,” terangnya Senin (15/4).

Stunting merupakan kasus kesehatan yang menyebabkan anak mengalami gagal tumbuh. Kasus itu biasaya terjadi lantaran anak mengalami kekurangan gizi yang disebabkan beberapa faktor. Di antaranya, faktor asupan gizi sang ibu saat anak masih dalam kandungan, termasuk kekurangan ASI saat anak sudah lahir.

“Gizi ibu yang hamil sangat bempengaruh terhadap perkembangan dan IQ anak di dalam kandungan,” katanya.

Stunting menurut mantan kepala Puskesmas Pegantenan itu, dapat diketahui setelah anak berumur dua tahun. Lambannya pertumbuhan, baik pertumbuhan fisik berupa tidak seimbangnya antara tumbuh kenak fisik anak dengan usia, maupun perkembangan keaktifan otak anak,

Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Samsuri meminta, agar pemerintah kabupaten bisa meningkatkan sosialisasi tentang pentingnya pencegahan stunting di lingkungan setempat. Sebab menurutnya, stunting terjadi bukan hanya karena kekurangan asupan gizi, akan tetapi juga disebabkan oleh pola hidup sehat yang selama ini masih terlihat rendah.

“Stunting itu juga disebabkan oleh kebersihan lingkungan, harus ada langkah konkrit dari pemkab untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam tetap hidup sehat,” tandasnya. (pin/waw)

Komentar

News Feed