oleh

10 Guru Swasta Andalkan Kesejatahteraan dari Yayasan

KABARMADURA.ID, Sumenep -Tunjangan profesi guru (TPG) atau insentif yang dikenal dengan sebutan honorium guru non sertifikasi dan non PNS yang bertugas di madrasah, kurang mendapatkan perhatian karena kesejahteraannya hanya dipasrahkan ke yayasan atau madrasah yang bersangkutan.

Disampaikan pelaksana tugas (Plt) Kepala Seksi Pendidikan dan Madrasah (Pendma) Sumenep Zainurrosi, untuk di Sumenep jumlah guru masih didominasi yang tidak mempunyai insentif langsung dari pemerintah.

“Sesuai dengan persyaratan, yang mendapatkan insentif langsung dari pemerintah itu yang sudah mempunyai Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) saja. Selain itu, untuk honor maka sekolah yang membayarnya,” katanya kemarin.

Dia menyebutkan, secara keseluruhan guru yang berada di bawah binaannya berjumlah sekitar 19.822 guru. Dari jumlah itu,  yang sudah dinyatakan lolos sertifikasi berjumlah 3.906 guru, 3563 adalah jumlah guru yang mempunyai NUPTK tapi belum memenuhi persyaratan sertifikasi.

Selain itu, Rosi menambahkan, dari jumlah tersebut maka masih ada sekitar 10 ribu lebih guru yang harus dibayar sendiri oleh sekolah atau yayasan yang berada di bawah naungan Kemenag Sumenep.

“Sebab ada proses untuk mendapatkan NUPTK, terutama di aplikasi simpatika itu urutannya untuk mendapatkan sertifikasi harus memperhatikan NUPTK dulu, termasuk mau mendapatkan insentif lain harus punya itu juga,” imbuhnya. (ara/ong)

Komentar

News Feed