oleh

102 PMI Asal Pamekasan Mudik, Dua di Antaranya Meninggal Dunia

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP Naker) Pamekasan mencatat ada 159 pekerja migran Indonesia (PMI) dalam kurun waktu 3 hari terakhir ini mudik ke Pamekasan.

Namun kedatangannya dipastikan sudah aman dari terinfeksinya Covid-19, sebab paspor mereka ditahan jika tidak menunjukan hasil swab test negatif Covid-19.

Sedangkan pada tahun 2021 ini, teridentifikasi dua PMI meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19. Sampai saat ini, jenazah keduanya tidak bisa dipulangkan ke Pamekasan.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Penempatan dan Perluasan Wilayah Kerja dan Transmigrasi (Pentatrans) DPMPTSP Naker Pamekasan Ali Sahbana, pengawasan terhadap kedatangan PMI cukup ketat.

Sebelum pulang ke Indonesia, mereka harus menjalani tes polymerase chain reaction (PCR). Jika terinfeksi Covid-19, tidak dipulangkan sampai masa isolasi usai. Bagi yang tidak terinfeksi, tetap diisolasi selama tiga hari berturut-turut.

Sesampainya di tempat tujuan, kembali diisolasi lagi selama tiga hari serta dites lagi. Jika hasilnya positif tetap diisolasi, jika sebaliknya, bisa dipulangkan dengan syarat tidak terlalu banyak bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

“Sekarang masih ada yang diisolasi, tetapi tidak ada yang terkonfirmasi Covid-19,” paparnya, Senin (3/5/2021).

Untuk kedatangan PMI ke Pamekasan pada 30 April 2021 atau tahap pertama sebanyak 45 orang, gelombang kedua pada 1 Mei 2021 sebanyak 35 orang, gelombang ketiga sebanyak 26 orang yang datang pada 2 Mei 2021, sedangkan 53 orang lainnya datang pada 3 Mei 2021.

Namun yang menjadi catatan, paspor PMI yang baru datang masih ditahan sebelum dinyatakan negatif Covid-19, sehingga mereka harus diisolasi di tempat yang sudah disediakan pemerintah, yakni di Islamic Center Pamekasan.

“Jadi kalau dari segi keamanan insyaallah aman, tapi tetap dilakukan pemantauan,”ulasnya.

Sementara dua PMI yang meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19, satu orang bekerja di Malaysia dan  satu lagi di Timur Tengah. Keduanya tidak bisa dipulangkan ke Pamekasan, karena negara tempat mereka bekerja mengharuskan jenazah pasien Covid-19 harus dikuburkan di negara tempat ia bekerja.

“Kalau positif Covid-19 tidak bisa dipulangkan,” tukasnya. (rul/waw)

KEPULANGAN 159 ASAL PAMEKASAN

Gelombang pertama (30 April 2021) 45 orang

Gelombang kedua (1 Mei 2021) 35 orang

Gelombang ketiga (2 Mei 2021) 26 orang

Gelombang keempat (3 Mei 2021) 53 orang

LANGKAH ANTISIPASI

  • Sebelum pulang ke Indonesia, harustes PCR
  • Jika terinfeksi Covid-19, tidak dipulangkan sampai masa isolasi usai
  • Bagi yang tidak tetap diisolasi tiga hari berturut-turut di negara asal
  • Sesampainya di tempat tujuan, kembali diisolasi lagi selama tiga hari serta dites lagi
  • Jika hasilnya positif Covid-19 tetap diisolasi, jika sebaliknya, langsung dipulangkan
  • Dua PMImeninggal dunia karena terinfeksi Covid-19 (Malaysia dan Timur Tengah)

 

Komentar

News Feed