105 Peserta PKH Mengundurkan Diri

PENCAIRAN: Sejumlah KPM PKH di Kabupaten Sampang saat melakukan proses pencairan bansos di bank penyalur beberapa waktu lalu.

Kabarmadura.id/SUMENEP-Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumenep menginfirmasi ada 105 peserta program keluarga harapan (PKH) mengundurkan diri secara sukarela. Sementara 280 lainnya kepesertaaannya sudah kedaluwarsa.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Bantuan dan Perlindungan Sosial Dinsos Kabupaten Sumenep Syamrawi. Menurutnya, mundurnya peserta tersebut sebagai efek dari pembinaan kepada seluruh peserta PKH dalam rangka memupuk kesadaran agar para peserta yang memang tidak pantas menerima program tersebut segera mundur dari kepesertaan PKH.

“Pendamping kami di lapangan aktif memberikan pembinaan baik pendekatan secara sosial maupun secara agama,” katanya.

Data terbaru atau tahap 3 tahun 2019, penerima PKH dari awalnya berjumlah 63.353 kelompok penerima manfaat (KPM) berubah menjadi 62.401 KPM. Artinya ada perubahan meskipun tidak terlalu signifikan.

“Sementara masih seperti itu hasil terbaru yang mengundurkan diri dari kepesertaan PKH, akan tetapi ke depannya akan dipastikan ada peningkatan,” imbuhnya.

Karena dalam program PKH, pemerintah tidak berhak atau tidak mempunyai kebijakan untuk mencabut secara paksa terhadap bantuan tersebut, kecuali mereka mempunyai kesadaran sendiri, yaitu tanpa dipaksa menyatakan berhenti atau menolak bantuan tersebut.

Kendati seperti itu ia tetap menghimbau agar KPM yang memang sudah mempunyai kemampuan secara finansial akan lebih baik jika segera bergegas untuk mengundurkan diri saja.

“Karena mereka itu pintar-pintar, ada yang berdalih karena emang rezeki anaknya. Nah mungkin program memasang stiker nantinya menjadi terapi khusus, untuk menyadarkan statusnya, bahwa mereka sudah mampu,” pungkasnya. (ara/pai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.