oleh

12 Lembaga Pendidikan Tingkat SD di Pamekasan Tak Bisa Cairkan Bos Tahap I

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan mencatat 12 lembaga pendidikan tingkat sekolah dasar (SD) dari jumlah total 470 lembaga tidak bisa mencairkan bantuan operasional sekolah (BOS), lantaran data sekolahnya tidak sinkron dengan data pokok pendidikan (dapodik) yang menjadi prasyarat penerimaannya.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) Disdikbud Pamekasan, Fatimatuzzahra, pencairan BOS  pada tahap I sudah tersampaikan kepada 470 lembaga pendidikan di tingkat SD yang berada dalam pengawasannya.

“Alhamdulillah rata-rata sudah mencairkan semua, tetapi ada 12 sekolah yang belum. Namun sudah diketahui kenapa balik rekening kas umum negara, rata-rata penyebabnya datanya saja yang tidak sinkron,” paparnya, Selasa (30/3/2021).

Dijelaskannya, untuk pencairan BOS kepada 12 lembaga yang tidak bisa mencairkan pada tahap I tersebut, dimungkinkan akan disatukan dengan pencairan tahap II, atau bisa saja segera dicairkan, karena keputusannya berada di bawah kendali Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia secara langsung.

“Bisa sambil jalan selama tahap I ini, bisa saja masuk di tahap II, tergantung kebijakan kementerian,” ulasnya.

Ia menjabarkan, untuk BOS sendiri terbagi menjadi 3 tahap pencairan yang dananya bisa dikhususkan kurang lebih untuk 10 item. Di antaranya untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB), sarana dan prasarana, dan lain sebagainya, sesuai dengan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2021.

“Harapannya, sekolah lebih meningkatkan kualitas mutu pendidikannya, sesuai dengan standar nasional, sehingga apa yang menjadi tujuan bisa terwujud,” tukasnya. (rul/maf)

 

Komentar

News Feed