12 Napi di Bangkalan Dapat Asimilasi

  • Bagikan
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) BAHAGIA: Para Narapidana saat mendapatkan peogram pembebasan bersyarat dan program asimilasi di Rutan Kelas II B Bangkalan, kemarin.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Sebanyak 12 narapidana (napi0 di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Bangkalan mendapatkan keringanan hukuman. 5 di antaranya mendapatkan program asimilasi yang menjadi kebijakan Kementerian Hukum dan HAM selama masa pandemi Covid-19. Sedangkan 7 lainnya mendapatkan pembebasan bersyarat.

Salah satu napi asal Sidoarjo Doni Wijaya mengaku, kapok dan menyesali perbuatannya. Menurutnya kesalahan yang sebelumnya dia lakukan menjadi cambuk pelajaran agar tidak kembali ke jalan yang rusak.

”Saya sudah menyesali, hidup dilingkungan ini membuat saya sadar betul, bahwa saya harus berubah,” sebut lelaki yang sebelumnya terjerat kasus penggelapan dana tersebut.

Menurut Doni, dirinya sudah merasa mendapatkan jalan yang benar dan komitmen akan menjaga diri dan senantiasa beribadah kepada Allah. Sebab, selama di rutan, Doni sudah membiasakan diri dengan sholat lima waktu, bahkan menjadi takmir musala.

”Saya benar-benar berterimakasih dan bersyukur karena yang seharusnya saya dihukum 2,6 tahun, sekarang bisa dapatkan kelonggaran dan mendapatkan asimilasi menjadi 1,3 tahun,” paparnya.

Kepala Rutan Kelas II B Bangkalan Mufakhom menjelaskan, program asimilasi dan pembebasan bersyarat yang diberikan pada napi sudah melalui proses yang rumit. Sedangkan dari 12 napi yang mendapatkan keringanan rata-rata karena kasus narkoba. ”Syaratnya sama, mereka harus berkelakuan baik, dan sudah menjalani separuh dari hukumannya,” tuturnya

Pihaknya menyampaikan, napi yang mendapatkan keringanan sudah menjalani penilaian dan pengawasan dari petugas secara seksama. Sehingga jika memang sudah mengalami perubahan, maka akan diajukan keringanannya.

”Sekarang penilaiannya semakin ketat, karena ini juga merupakan imbauan dari Kementerian,” ulasnya.

Beberapa perkara yang tidak bisa mendapatkan asimilasi atau keringanan seperti pembebasan bersyarat, tidak boleh melakukan kejahatan atau terlibat dua perkara atau lebih, kemudian kejahatan pada perempuan dan anak dan pencurian. ”Makanya kami sangat mengimbau, agar mereka yang sudah dapat keringanan tidak lagi melakukan kejahatan, karena nanti konsekuensinya lebih berat,” pungkasnya. (km59/mam)

Baca juga  BPWS Siapkan Bantuan Modal Wirausahawan Pemula
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan