oleh

122 di Sumenep Lolos  jadi Sekolah Penggerak

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Sedikitnya ada sekitar 800 sekolah di bawah binaan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep diajukan atau diproyeksikan menjadi sekolah penggerak. Namun dari ratusan yang diajukan hanya 122 sekolah yang dinyatakan lolos memenuhi persyaratan.

Plt Kepala Disdik Sumenep Muhamad Iksan mengutarakan, saat ini di Sumenep sebagai satu-satunya yang menjadi pilot projek sekolah bergerak di Madura. Dengan beberapa sampel sistem sekolah yang dinilai inovatif. Namun hanya beberapa sekolah saja yang memenuhi persyaratan.

“Kami sempat mengumpulkan sekolah-sekolah, dan saat ini sudah ada berapa sekolah yang dinyatakan lolos seleksi ke tahap ll,” katanya, Selasa (6/4/2021)

Pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep itu menyebutkan, dari 800 sekolah baik swasta maupun negeri yang diajukan ternyata hanya 122 sekolah yang dinyatakan masuk tahap ll. Dari jumlah tersebut menurutnya merata antara negeri dan swasta. Bahkan ada sekolah luar biasa (SLB).

Mantan aktivis PMII itu menjelaskan, dengan program sekolah penggerak, maka target seluruh tenaga pendidik, kepala sekolah, dan pihak terlibat dalam pendidikan bisa dimaksimalkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Serta keselarasan misi dalam rangka untuk menjadi pilot project terhadap pelaksanaan program belajar, yang puncaknya bisa mencetak siswa pandai, berkarakter, nasionalis, memahami mengenai eksistensi pancasila, dan mencetak siswa yang peka terhadap kepentingan masa depan.

“Mampu menyajikan proses pembelajaran yang bisa meningkatkan prestasi belajar siswa, serta membentuk pelajar pancasila yang menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI,” imbuhnya.

Ditambahkannya, untuk anggaran sekolah penggerak yang bersumber dari APBD senilai Rp400 juta, dan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) masih belum ada. Tetapi, informasinya senilai Rp3 miliar

Diketahui, jumlah pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK) sebanyak 900, untuk sekolah dasar negeri (SDN) sebanyak 575 dan SD swasta atau SD Islam sebanyak 79 lembaga, sedangkan SMP sebanyak 43 lembaga dan SMP swata sebanyak 148. (ara/mam)

Komentar

News Feed