oleh

13.084 Anak di Sumenep Sudah Miliki KIA

Kabarmadura.id/Sumenep-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sumenep mengakui,  program Kartu Identitas Anak (KIA) masih hampir 50 persen dari jumlah yang ditargetkan tahun ini.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Pendaftara Penduduk Kabupaten Sumenep Wahasah menyebutkan, jumlah keseluruhan anak yang berusia 17 ke bawah adalah 241.762 anak, sementara jumlah anak yang sudah memiliki KIA sudah 13.084 anak.

“Karena memang yang menjadi prioritas itu adalah anak yang usianya 0 tahun sampai 15 tahun, karena untuk 16 dan 17 tahun sudah disarankan ke KTP nanti,” katanya.

Sementara anggaran blangko dari pemerintah atau target anak yang akan disasar program KIA tahun ini sebanyak 30 ribu orang. Meskipun target itu tidak sebanding dengan jumlah keseluruhan anak, tetapi menurutnya tidak masalah. Mengingat program KIA ini masih baru, sehingga dibutuhkan sosialisasi yang intensif kepada masyarakat.

“KIA kan mulai Juli kemarin. Sekarang sudah hampir 50 persen dari jumlah yang ditargetkan, itu salah satu hasil jerih payah kami yang selalu aktif jemput bola ke sejumlah sekolah, terutama di Kecamatan Kota,” imbuhnya.

Namun, mengingat banyaknya permintaan sementara fasilitas terbatas, pihaknya untuk sementara memutuskan untuk tidak menerima sekolah mengajukan permohonan dikunjungi, karena memang sudah banyak sekolah yang menumpuk menunggu antrian atau giliran untuk dilakukan pengambilan data-data persyaratan KIA.

Karena menurut Wahasah, sapaan perempuan yang aktif di kepengurusan PC Muslimat NU Sumenap ini, yang menjadi kendala adalah minimnya fasilitas yang ada di instansinya, sehingga pelayanannya mengalami keterlambatan, salah satunya adalah tidak punya mobil operasional khusus.

Maka dari itu pihaknya meminta agar masyarakat langsung mengurus KIA ke Dispendukcapil, tidak menunggu jemput bola. Apalagi, pengurusan KIA ini tidak seribet Kartu Tanda Penduduk (KTP). Bagi anak yang sudah berumur 5 tahun, cukup dengan melampirkan foto, foto kopi Kartu Keluarga (KK), dan akta lahir maka KIA sudah bisa diproses.

“Jangan menunggu dibutuhkan baru mengurus data, nanti akibatnya terburu-buru, sehingga tidak jarang berakibat data menjadi tidak valid, kan percuma,” pungkasnya. (ara/pai)

 

Komentar

News Feed