Angka Kemiskinan Kabupaten Sampang Kini 21 Persen

  • Whatsapp
KM/DOKUMEN TINGGI: Jumlah kemiskinan di Kabupaten Sampang sebanyak 21 persen. 

Kabarmadura.id/SAMPANG-Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Nomor 79 Tahun 2019 tentang Penetapan Kabupaten Daerah Tertinggal yang Terentaskan Tahun 2015-2019, Kabupaten Sampang menjadi salah satu daerah yang dicabut dari status daerah tertinggal.

Kemendes PDTT diketahui menetapkan sebanyak 62 Kabupaten di 23 Provinsi dapat terentaskan dari status daerah tertinggal. Khusus wilayah Jawa Timur terdapat empat daerah yang dinyakan terlepas dari status daerah tertinggal yaitu Kabupaten Bondowoso, Situbondo, Bangkalan dan Kabupaten Sampang.

Di sisi lain, jumlah warga miskin di Kota Bahari cukup.tinggi. Berdasarkan data di Badan Pusat Statistik (BPS) Sampang, pada tahun 2018, warga miskin mencapai 204.820 jiwa atau 21,21 persen dari total penduduk sebanyak 902.439 jiwa.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Sampang Tony Moerdiwanto mengatakan, alat ukur untuk menentukan daerah tertinggal berbeda dengan kemiskinan, sehingga tidak ada kaitannya. Untuk daerah terlepas dari status tertinggal  banyak indikator, Kemendes PDTT dan Bappenas lebih cenderung melihat ketersediaan sarana prasarana, infrastuktur dan semacamnya.

Sementara indikator kemiskinan, dia menyebut BPS melihat tingkat pengeluaran belanja konsumtif dan non konsumtif setiap bulannya. Manakala besaran pengeluaran penduduk tidak sesuai dengan kondisi pendapatan ekonomi maka penduduk itu dikategorikan miskin. Oleh karena itu, Tony menilai tidak ada kaitannya dengan daerah tertinggal.

“Tahun ini, Sampang berhasil terentas dari status daerah tertinggal sesuai SK Kemendes PDTT 79/2019, sementara angka kemiskinan itu lain indikator, yakni terkait daya beli masyarakat, sedangkan daerah terentas dari ketertinggalan cenderung pada penyediaan sarana prasana,”ucap Tony Moerdiwanto kepada Kabar Madura melalui televon pribadinya, Minggu (4/8).

sebelumnya, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, mengapresiasi kinerja bawahannya dan seluruh pihak terkait yang telah bekerja keras melakukan berbagai upaya untuk memajukan daerah. Lepasnya kabupaten Sampang dari daerah tertinggal berkat kegigihan dari pemerintah daerah dan masyarakat serta koordinasi yang tidak terputus dengan pemerintah provinsi bahkan pusat.

Menurut Haji Idi, sapaan akrabnya, berbagai program pemerintah berhasil dilaksanakan secara terpadu dalam rangka mengurangi aspek-aspek ketertinggalan, meliputi peningkatan sarana dan prasarana pelayanan pendidikan, kesehatan, ekonomi, transportasi telekomunikasi, informasi dan koneksitas, serta mendorong upaya kemandirian warga desa melalui pemberdayaan masyarakat.

“Ini semua, berkat kerja keras dan pantang menyerah Pemkab Sampang, sehingga membuahkan hasil manis, yakni Kabupaten Sampang dapat terentas dari daerah tertinggal. Semoga predikat ini terus dipertahankan dan lebih baik,”ungkapnya. (sub/rei)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *