14 Januari Disebut Vaksin Percobaan, Bangkalan Hanya untuk 10 Pejabat

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) AMAN: Posco penanganan Covid-19 yang ada di halaman Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Pendistribusian vaksin telah sampai di Jawa Timur. Di Bangkalan, jatah vaksinasi ini dibatasi. Totalnya hanya ada 10 orang yang disuntik. Mereka adalah pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bangkalan.

Kata Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron, vaksinasi diperkirakan mulai 14 Januari mendatang. Termasuk di Bangkalan. Sehingga, dia minta 10 pejabat tersebut bersiap diri.

Bacaan Lainnya

“10 orang ini secara seremonial vaksinnya, tidak hanya Bangkalan, tapi secara nasional, per kabupaten atau kota. Ini hanya sebagai percontohan saja,” ujarnya, Rabu (6/1/2020).

Namun tidak semua petinggi forkopimda divaksin. Sebab, ada syaratu sia 18 tahun hingga 55 tahun.

“Jadi vaksin ini mulai bupati, wakil bupati (wabup) hingga sekda. Tetapi ini ada batasan usia, maka nanti Pak Wabup (Wakil Bupati Bangkalan Mohni, red) tidak perlu divaksin, karena umurnya sudah 62,” ungkap lelaki yang kerap disapa Ra Latif ini.

Sementara untuk tenaga kesehatan (nakes) dan masyarakat luas, divaksin usai vaksinasi percontohan tersebut. Namun mengenai waktunya, dia akan menunggu petunjuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Terpisah, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan Nunuk Kristiani menngaku telah mempersiapkan sarana dan sumber daya manusia (SDM) untuk melakukan vaksinasi.Pihaknya juga telah mendataan siapa saja yang akan divaksin dan panitia pelaksananya.

“Kami masih tunggu vaksinnya datang dulu, belum bisa memastikan. Kami tunggu perintah dari Dinas Kesehatan,” paparnya.

Sasarannya nakes yang divaksin adalah seluruh nakes di RSUD. Dia telah menyiapkan sekitar 500 nakes, mulai dari perawat, dokter hingga tenaga admimistrasi.

“Terkait simpang siurnya efek vaksin ini, kami percayakan pada pemerintah saja bahwa vaksinasi ini baik dan tepat,” imbuhnya.

Untuk mengatasi efek samping dari vaksin tersebut, dia telah membentuk tim atau panitia pelaksana. “Semua apapun itu, suntikan pasti ada efek samping. Mulai dari bayi, itukan kami pantau juga aman-aman saja,” jelasnya.

Nunuk menegaskan bahwa vaksinasi ini wajib bagi nakes. Sebab, nakes diutamakan terlebih dahulu. Secara teknis, dia belum bisa menjelaskan seperti apa. Namun, dia mengatakan, teknisnya akan dilakukan bersama dengan vaksinasi Dinkes.

“Selanjutnya nanti baru masyarakat, bertahap. Untuk pasien masih belum bisa dilakukan vaksin. Karena pasien Covid-19 ini kan orang sakit, tidak boleh divaksin, khusus untuk orang sehat saja,” tuturnya.

“Bagi wanita hamil, usia di atas 60 tahun itu juga tidak boleh dilakukan vaksin,” tandasnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *