15 Persen Guru Mengajar Tidak Sesuai Bidang

  • Whatsapp
KM/IMAM MAHDI BELUM MSKSIMAL : Guru di Kabupaten Sumenep masih belum ideal susuai Jurusannya.

Kabarmadura.id/Sumenep– Kepala Seksi Pendidikan dan Madrasah (Pendma) Kabupaten Sumenep Mohammad Tawilmengakui, masih banyak guru yang mengajar tidak sesuai kompetensinya. Dari 12 ribu lebih guru madrasah di Kabupaten Sumenep, sekitar 15 persen di antaranya mengajar tidak sesuai latar belakang pendidikan mereka.

“Saat ini masih andalkan sertifikat diklat untuk bisa mengajar di lembaganya,” katanya, Senin (25/11/2019).

Dia menambahkan, minimnya jumlah guru yang berada di daerah membuat setiap guru kerap mengajar tidak sesuai dengan ilmu yang mereka miliki. Hal ini dilakukan agar setiap murid khususnya yang berada di madrasah bisa merasakan semua pelajaran yang wajib mereka terima.

“Kurangnya guru pada mata pelajaran tertentu memaksakan kesediaan guru yang ada untuk mengajar beberapa mata pelajaran,” ujarnya.

Terhadap masalah tersebut, pihaknya hanya bisa memberikan imbauan kepada sekolah masing-masing. Sebab, mnurutnya, kualitas sekolah atau berprestasinya siswa juga karena kompetensi guru.

“Saat ini kami sudah berupaya meningkatkan kualitas guru. Agar kualitas pendidikan di Sumenep semakin maju,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Cabang Disdik Jatim Wilayah Sumenep Sugiono Eksantoso. Ia  menyampaikan, dari 165 SMA/SMK di Sumenep, ada guru yang berijazah tetapi mengajar tidak sesuai bidangnya, utamanya bahasa Madura.

Sulitnya perguruan tinggi juga menjadi salah satu penyebab tidak adanya guru sesuai bidangnya. Bahkan menurutnya, perguruan tinggi yang membuka jurusan bahasa Madura hanya di daerah jawa salah satunya di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

“Seluruh perguruan tinggi di Madura tak satupun yang membuka jurusan bahasa Madura,” paparnya.

Dijelaskan, guru bahasa Madura saat ini hanya dibekali kursus untuk memenuhi ilmu pengetahuan, sehingga, pengetahuan atau skill guru belum mumpuni.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep Abdul Hamid Ali Munir menegaskan, guru yang mengajar bukan pada bidangnya kerap terjadi sehingga mereka mengajar dengan ilmu yang seadanya dan tidak kompeten.

Padahal, guru yang kompeten itu adalah unsur penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Maka tugas pemerintah yang utama adalah melakukan pemetaan. Berapa guru yang tersedia, guru bidang apa yang lebih dan yang kurang.

“Saat ini pemerintah harus lebih optimal dalam menyikapi guru yang tidak sesuai bidanganya,” pungkasnya. (imd/pai)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *