oleh

16 Peserta CPNS Dapat Kelonggaran Tidak Ikut Tes SKD

Kabarmadura.id/Sumenep-Terdapat 16 pendaftar CPNS di Sumenep yang akan menjadi peserta istimewa. Selain menggunakan nilai rekrutmen tahun 2018, bisa memakai hasil di tahun 2020.

16 peserta istimewa yang dimaksud, adalah P1/TL, yakni peserta seleksi CPNS 2018 yang memenuhi nilai ambang batas (passing grade) seleksi kompetensi dasar (SKD) berdasarkan Permenpan-RB Nomor 37 Tahun 2018.

Kepala Bidang Analis Perencanaan SDM Aparatur Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep Jihan Rizki Dewanti Treeseff mengatakan, jika nilainya di atas kepesertaan tahun 2020 maka bisa lulus, namun jika lebih rendah, maka tidak lulus.

“Oleh karena itu, P1/TL harus berjuang untuk melebihi nilai dari pada kepesertaan 2020 saat ini supaya lolos SKD,” katanya, Minggu (19/01/2020).

Jumlah peserta yang akan ikut SKD sebanyak 6.352 orang. Sedangkan dari 1.943 orang yang ikut seleksi CPNS tahun 2018, sebanyak 16 orang lolos passing grade SKD yang tahun ini mendapat kelonggaran tidak perlu tes lagi. Sedangkan terdapat 31 formasi yang tersedia pada seleksi CPNS tahun 2019 ini.

Jihan menjelaskan, SKD dilaksanakan menggunakan sistem computer asissted test (CAT) mulai 2 Januari hingga 5 Februari 2020. Lokasinya di Gedung Sarana Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Gedung SKD) Batuan-Sumenep (Jalan Raya Lenteng, Batuan Sumenep).

“Hal tersebut berdasarkan surat yang Menindaklanjuti Pengumuman Nomor 810/14821435.203.4/2019 Tanggal 26 Desember 2019,” pungkasnya. (imd/waw)

Diistimewakan dengan Ketentuan

Seleksi CPNS, Pelamar P1 Tak Perlu Tes SKB

Kabarmadura.id/Sampang-Jelang pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) bagi pendaftar calon pegawai negeri sipil (CPNS) periode 2019, peserta yang sudah dinyatakan memenuhi ambang batas atau passing grade SKD pada rekrutmen sebelumnya atau pendaftar ketegori P1/TL, saat ini diberi kebebasan untuk tidak ikut tes lagi.

Hal itu sebagaimana tertuang dalam surat edaran dari Kementerian Pemberdayaan Aparataur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Nomor B/34/M.SM.01.00/2020 tertanggal 16 Januari 2020 perihal pengumuman seleksi CPNS P1/TL.

Rencananya, SKD di Kabupaten Sampang akan dilaksanakan pada tanggal tangga 9-15 Februari mendatang.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang  Yuliadi Setiawan yang dikonfirmasi melalui Pelaksana tugas (Plt) Kabid INPA Hendro mengatakan, ketentuan ambang batas passing grade SKD CPNS itu, sudah diatur dalam Peraturan Menpan-RB Nomor e4 Tahun 2019 tentang Nilai ambang batas SKD CPNS 2019.

“Bagi peserta CPNS yang sudah dinyatakan masuk P1/TL sesuai PermenPAN-RB 37/2018 ini diberi kelonggaran, para pendaftar boleh memilih untuk tidak ikut SKD lagi,” ucap Hendro kepada Kabar Madura.

Namun, bisa tidak ikut tes, dengan catatan harus linier, semisal pada rekrutmen CPNS 2018 mendaftar melalui jurusan ekonomi, maka pada rekrutmen preode 2019 itu, harus jurusan  yang sama.

Jika berbeda, maka tetap diwajibkan untuk ituk tes SKD lagi, karena P1nya sudah tidak bisa dipakai lagi.

“P1 yang masih bisa dipakai lagi hanya yang linier, kalau tidak linier dengan pendaftaran sebelumnya, maka wajib ikut tes lagi,” ungkapnya.

Untuk penilaiannya, jika nilai passing grade sebelumnya (P1) hanya 8, tetapi yang bersangkutan memilih tidak ikut tes lagi, sementara pendaftar yang baru dan ikut SKD mendapatkan nilai di atasnya, maka yang bersangkutan tetap tidak bisa lolos.

“Pendaftar P1/TL ini punya keistimewaan sebatas ikut SKD lagi atau tidak, tapi kalau nilainya tetap dilombakan,” terangnya.

Menurut Hendro, persaingan untuk bisa lolos CPNS sangat ketat, karena jumlah pendaftar membeludak, sementara penerimanya sangat sedikit.

Pendaftar CPNS di Sampang periode 2019 yang ditetapkan lolos seleksi administrasi berdasarkan surat nomor 810/3584/34.303/2019, sebanyak sebanyak 5.100 pelamar.

Sementara formasi penerimaannya hanya 290 orang. Perincian tenaga Pendidikan atau guru berjumlah 165 PNS, bidang kesehatan sebanyak 63 dan formasi teknik 62 formasi.

Sementara di Bangkalan, Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Bangkalan Ari Murfianto mengatakan, pelamar CPNS 2018 yang nilainya passing grade atau pelamar P1 ini bisa memilih untuk kembali melakukan tes atau tidak.

Jika yang bersangkutan menyatakan tidak ikut tes, maka nilai tahun lalu yang menjadi dasar. Namun, jika yang bersangkutan meminta atau menyatakan ikut tes lagi, maka nilai yang lebih tinggi yang akan dipakai menjadi dasar.

Sedangkan jalur khusus pelamar CPNS P1 ini, Ari menjelaskan, pada saat awal mendaftar sudah ada pertanyaan dalam aplikasi, apakah jalur umum, disabilitas atau P1/TL. Sehingga, pihaknya mengetahui pelamar mana saja yang sebelumnya telah mengikuti CPNS tahun 2018 dan dinyatakan memenuhi passing grade.

Rencananya, Pemkab Bangakalan akan mengadakan tes pada 18 hingga 28 Februari 2019. Di mana jumlah pelamar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi sebanyak 5.560 orang dan akan diambil sesuai formasi yang turun dari pusat sebanyak 297 orang.

“Untuk jumlahnya saya lupa ada berapa pelamar P1 yang daftar. Tapi hanya sedikit,” tukasnya. (sub/ina/waw)

Komentar

News Feed