Kasus Pemotongan Dana Kapitasi Puskesmas Pragaan Mandeg

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/SUMENEP-Sampai saat ini masih belum ada titik terang kelanjutan kasus dugaan pemotongan dana kapitasi di Pusat Kesehatan (Puskesmas) Pragaan. Padahal sebelumnya dari hasil penelusuran pihak kepolisian, ditengarai ada keterlibat oknum di Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep. Tetapi pihaknya enggan memberikan tanggapan terkait tindak lanjut kasus tersebut.

Mengenai dugaan keterlibatan pihak Dinkes Sumenep dalam kasus itu, pihak Polres Sumenep tidak menampik. Namun sejauh ini belum bisa membeberkan, karena masih dalam tahap pendalaman dan memeriksa sejumlah saksi.
Kasatreskrim Polres Sumenep AKP Tego S Marwoto saat ditemui di ruang kerjanya enggan memberikan keterangan lebih lanjut. Ia malah meminta Kabar Madura untuk menghubungi bagian humas.

“Kalau pemberitaan itu bisa diakses di humas, karena bagian humas kalau tidak tahu langsung nanya ke saya, maka silahkan ke humas dulu,” katanya, Selasa (27/8).
Menanggapi persoalan senyapnya kasus tersebut, Ach Novel salah satu advokat di Sumenep menjelaskan bahwa ketika dirinya mengkaji dari jumlah nominal pada kasus kapitasi Puskesmas Pragaan tersebut ada tiga kemungkinan alternatif yang akan dilakukan oleh kepolisian yang pertama itu secara kepentingan, kedua sosiologis, yang terakhir itu dari sisi keadilan.
Kemudian ia melanjutkan kalau dihitung dari sisi dana, karena dana tersebut hanya sedikit maka setelah dikalkulasi ternyata tidak sebanding dengan biaya perkaranya.

“Tetapi saya tidak tahu juga, apa yang menjadi tanda tanya dari masyarakat ini kan tidak jelas, harusnya itu dijelaskan bahwa memang karena dari nilai yang tidak seberapa maka kami tidak bisa menindaklanjuti, misalnya sampaikan seperti itu ke publik,” katanya, Ahad (15/9).

Sehingga ia sendiri tidak bisa memberikan kesimpulan bahwa kasus tersebut memang tidak terbukti atau seperti apa kabar selanjutnya.

Sementara Kabag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti menyampaikan bahwa memang kasus tersebut saat ini masih proses penggalian.
“Masih proses lidik,” katanya
Akan tetapi ketika ditanya berapa saksi yang telah diperiksa pihaknya enggan memberikan tanggapan. (ara/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *