oleh

18 Agustus, Disdik Pamekasan Belum Berani Terapkan KBM Tatap Muka untuk SD dan SMP

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Kendati ada beberapa kecamatan di Pamekasan yang sudah berstatus zona kuning dalam sebaranCovid-19, namun Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan belum bisa memastikan peneyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka.Sebab, harus mendapatkan surat rekomendasi dari Tim Gugus Tugas (Timgas) Covid-19 Pamekasan.

Kepala Disdik Pamekasan Akhmad Zaini mengatakan, pihaknya sudah berkirim surat kepada Timgas Covid-19 Pamekasan, namun sejauh ini belum ada jawaban.

“Untuk yang zona kuning, kami usulkan untuk pertemuan tatap muka, setalah izin keluar baru bisa digelar,”ungkapnya.

Zaini menambahkan,selain harus dapat izin dari timgas,dalam prosesnya ada beberapa ketentuan yang wajib diikuti,yakni harus disepakati komite sekolah dengan kepala sekolah dan juga mendapatkan izin dari setiap orangtua siswa.

“Itu kalau zona kuning, kalau hijau kan enggak usah izin orangtua,”ulasnya.

Mengenai uji coba KBM tatap muka yang diperkenankan mulai 18 Agustus mendatang, pihaknya juga belum bisa memastikan untuk ikut menerapkannya.

“Kalau prosesnya belum selesai, bisa tanggal 20,”ujar Zaini yang menegaskan bahwa hanya tingkat sekolah dasar (SD) dan tingkat sekolah menengah pertama (SMP) yang kemungkinan diuji coba, bukan untuk RA, TK dan PAUD.

“Tetap menjaga protocol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,”pungkasnya.

Sementara itu, status zona kuning di beberapa kecamatan di Pamekasan, setelah angka kesembuhan pasien terinfeksi Covid-19 yang terus meninggi, bahkan dataper 13 Agustus 2020, telah ada 209 pasien dinyatakan sembuh. Hanya 21 pasien yang masih dirawat.

Bahkan, Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Slamet Martodirdjo (RSUD SMart) Pamekasan hanya merawat satu pasien terinfeksi Covid-19.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 RSUD SMart Pamekasan dr. Syaiful Hidayat menerangkan bahwa hampir setiap hari ada pasien yang sembuh dan pulang dari rumah sakit.Dengan begitu, sejumlah tenaga kesehatan (nakes) pun saat ini sudah tidak lagi sibuk dan hanya sebagian kecil yang difungsikan.

“Di sini hampir tiap hari ada yang sembuh dan ada yang pulang. Di sini sudah sepi dengan pasien Covid-19,” ujarnya.

Setelah zona kuning, Pamekasan tinggal menghitung hari untuk berzona orange, atau mulai terbebas dari Covid-19.

Namun zona yang semakin membaik, kata Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Achmad Marsuki, perlu kesiapan warga Pamekasan untuk terus disiplin mengikuti arahannya mengikuti protokol kesehatan.

“Kalau kami siap, tinggal bagimana masyarakat ke depan mau mengikuti anjuran disiplin mengikuti protokol kesehatan,” tukasnya.(rul/ali/waw)

Komentar

News Feed