oleh

18 Wartawab Jatim Ikuti UKW Pertama di Tengah Wabah Covid-19

KABARMADURA.ID/ SURABAYA: Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur (Jatim) bekerja sama dengan satuan kerja khusus (SKK) minyak dan gas (Migas) – kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) Jabanusa mengadakan uji kompetensi wartawan (UKW). Kegiatan tersebut diikuti oleh 18 wartawan dari berbagai Kabupaten di Jatim. Kegiatan UKW ini untuk meningkatkan kompetensi para jurnalis, serta meningkatkan kualitas dalam penulisannya. Kamis, (22/10/2020).

Ketua PWI Jatim Ainur Rohim mengatakan, kegiatan itu  merupakan UKW pertama tahun 2020 di tengah wabah Covid-19. Untuk itu, ujian ini cukup berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Salah satunya yakni para peserta ujian harus menyertakan surat bebas Covid-19 dengan dibuktikan dengan rapid tes.

“Alhamdulillah PWI Jatim masih bisa menggelar UKW angkatan ke 30 di saat kondisi masih wabah, jadi situasi berbeda dari biasanya. Biasanya mencapai 6 kelas, kali ini hanya 3 kelas,” ujarnya.

Kegiatan itu digelar selama dua hari yakni mulai 21-22 Oktober. Dari 18 peserta yang mengikuti ujian hanya 16 wartawan yang ditanyakan lulus. Dua wartawan yang tidak diluluskan itu karena tidak hadir dalam kegiatan.

Untuk para peserta yang dinyatakan kompeten, Ainur mengingatkan agar jurnalis bisa menjaga marwah profesi dan organisasi. Selain itu, juga dapat mengontrol dan bertanggung jawab untuk memonitor jika ada pelanggaran pada profesi.

“Saya berikan apresiasi dan penghargaan dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya baik kepada peserta maupun pada SKK Migas – KKKS Jabanusa,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PWI Bangkalan Moh. Amin mengatakan, untuk Bangkalan pihaknya mengirimkan 2 delegasi sebagai peserta UKW. Dia berharap, dengan dinyatakannya jurnalis kompeten untuk lebih profesional lagi. Jangan sampai, jurnalis yang ikut UKW kemudian tidak menerapkan dalam profesinya sebagai wartawan.

“Karena jurnalis yang ikut UKW ini untuk membedakan mana wartawan yang profesional dan abal-abal, dan terpenting uji kompetensi ini untuk meningkatkan kualitas,” pungkasnya. (ina/mam)

Komentar

News Feed