oleh

180 Desa Tidak Kunjung Setor Rencana Penggunaan APBDes 2021

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Sebanyak 180 desa yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Sampang, hingga saat ini belum memberikan laporan tentang rencana penggunaan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) tahun 2021. Salah satu indikasinya, masih melakukan penyesuaian regulasi dengan adanya penggunaan anggaran  untuk penanggulangan bencana Covid-19.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sampang, Rahman melalui Kasi Perencanaan Pembangunan Desa, Moh Rudy Susanto mengatakan, terdapat beberapa item yang harus disesuaikan untuk memberikan laporan penggunaan APBDes.  Seperti, penggunaan anggaran 8 persen untuk penanggulangan bencana Covid-19.

Sedangkan surat edaran (SE) tentang persentase penanggulangan bencana Covid-19, baru dua hari lalu yang keluar. Sehingga, hingga saat ini tidak satupun desa memberikan laporan mengenai rencana penggunaan APBDes. Kondisi tersebut, akan merembet pada proses pendistribusian bantuan langsung tunai-dana desa (BLT-DD).

“Di desa, harus menyesuaikan item dalam penggunaan anggaran akibat Covid-19, jadi memang tidak ada yang memberikan laporan,” ujarnya, Rabu (10/02/2021).

Menurutnya, agar bisa segera terealisasi target laporan rencana penggunaan APBDes tersebut di deadline hingga akhir bulan Februari. Disinggung mengenai,  sanksi bagi desa yang tidak memberikan laporan hingga deadline waktu yang ditentukan, Moh. Rudy Susanto mengaku tidak ada sanksi. Bahkan dipastikan, tidak ada batasan waktu penyetoran.

“Target kami, bulan ini harus rampung. Sehingga semua kegiatan di 2021 segera terlaksana,” katanya.

Kendati demikian, 8 persen anggaran yang digunakan untuk penanggulangan Covid-19, masing-masing  penyediaan hand sanitizer, penyemprotan desinfektan, perawatan ruang isolasi yang ada di desa. Ruang isolasi itu, digunakan sewaktu-waktu apabila ada masyarakat yang terinfeksi Covid-19.

“Tunggu saja, karena memang banyak regulasi yang harus disesuaikan oleh petugas kecamatan, desa dan kabupaten,” tukasnya.  (mal/ito)

Komentar

News Feed