oleh

19 ASN di Sampang Terdampak Pemangkasan THR

Kabarmadura.id/Sampang-Kebijakan pemangkasan tunjangan hari raya (THR ) bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk eselon I dan II akibat wabah Covid-19, dirasakan belasan ASN di Kabupaten Sampang. Meski demikian kebijikan pemangkasan THR itu, diklaim tidak berdampak signifikan dalam upaya penghematan anggaran di Kota Bahari.

Kepala Bidang (Kabid) Mutasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang Arif Lukman Hidayat mengungkapkan, ASN di Sampang tidak ada yang eselon I, yang ada hanya jabatan tinggi pratama (JPT) atau setera eselon II, yakni kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan sekertaris daerah.

Tetapi untuk saat ini, jumlah kepala OPD definitif di Sampang hanya tinggal belasan orang dari total sekitar 32 OPD dan 1 sekda, karena banyak JPT yang sudah pensiun. Oleh sebab itu, tidak banyak ASN yang terdampak pemangkasan karena banyak OPD di Sampang yang dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).

“Untuk Sampang ASN eselon I ini tidak ada, kalau eselon II saat ini hanya tinggal 19 orang, jadi hanya belasan orang ini yang tidak akan terima THR tahun ini, karena Covid-19 ini,” ucap pria yang akrab disapa Yoyok itu, Senin (20/4/2020).

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sampang Saryono menerangkan, kebijakan pemangkasan THR untuk pejabat eselon I dan II untuk Sampang diklaim tidak terlalu berdampak signifitan terhadap upaya penghematan APBD Kota Bahari. Karen jumlah JPT itu sangat sedikit, dan besaran THR itu hanya 1 kali gaji, yakni untuk JPT sekitar Rp6,5 juta.

“Pemangkasan THR bagi abdi negara eselon II untuk penghematan APBD ini, tidak terlalu signifikan, karena hanya bisa menghemat anggaran sekitar Rp123 juta,” terang Saryono. (sub/pin)

Komentar

News Feed