oleh

198 Ribu KK Tercover dalam DTKS

Kabarmadura.id/Sumenep-Dari 368 Ribu KK di Sumenep, terdapat 198 ribu KK yang sudah mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari Kemensos RI dan terekam dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) .

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep Yayak Nurwahyudi mengatakan, bansos yang dimaksud yakni Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan bansos lainnya selain Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“Jika nantinya ada bantuan dari selain itu maka datanya akan mengambil dari data non-DTKS,” katanya, Minggu (26/4/2020).

Dijelaskan, di tengah Covid-19 saat ini banyak bantuan yang akan disalurkan termasuk BLT yang nantinya akan mengambil dari data Non DTKS. Misalnya, bantuan yang bersumber dari Dana Desa (DD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dan Bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Pemkab Sumenep saat ini sudah mendata sebayak-banyaknya untuk mendapatkan bantuan khusus masyarakat terdampak Covid-19. Salah satunya BLT dan jenis batuan lainnya. Pendataan berdasarkan Verifikasi dan validasi (Verval) yang dilakukan Dinsos Sumenep.

“Tugas Bappeda menerima data yang sudah diverval,” paparnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep Moh. Iksan mengatakan, data khusus Bantuan Sosial (Bansos) berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) sudah ada di Dinsos. Data tersebut melalui proses verifikasi dan validasi (verval) yang dilakukan mulai (18/4/2020-23/4/2020).

“Sebanyak 65.695 KPM sudah valid dari Dinsos yang bersumber dari desa,” katanya, Kamis (23/4/2020).

Data tersebut sudah melalui proses seleksi dari Dinsos, yang semula 95 ribu diverifikasi menjadi 65.695. Alasanya, ada sebagian data yang sudah menerima bansos lainnya seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Semua usulan dari kepala desa dan camat sudah diverifikasi. Jadi, yang sudah menerima bansos lainnya tidak boleh masuk ke data KPM BLT,” ujarnya.

Menurutnya, BLT tersebut nantinya akan dicairkan kepada KPM yang akan direalisasikan pada bulan April 2020. Jenis bantuannya berupa dana Rp600.000 per bulan selama 3 bulan.

Diketahui, KPM yang akan menerima BLT dari Kemensos itu sesuai dengan surat Kemensos No.1584/8/D1.01/04/2020 tanggal 17 April 2020 tentang alokasi pagu penerima BLT.

“Semua persyaratan dan ketentuan sudah diatur, jadi masyarakat tidak usah khawatir,” paparnya.

Bansos berupa BLT tersebut merupakan bagian dari bantuan untuk membantu masyarakat terdampak wabah Covid-19.

“Saat ini perekonomian agak kurang produktif apalagi sudah banyak masyarakat yang stay at home,” paparnya. (imd/pai)

Komentar

News Feed