oleh

2 OPD Dibebaskan dari Target PAD

Kabarmadura.id/Bangkalan-Rekapitulasi penerimaan realisasi pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2019 telah selesai. Dari hasil jumlah target PAD yang telah ditentukan, mencapai Rp244.180.072.574,56. Itu 100 persen.

Namun, dari 21 organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjadi penyumbang PAD, 2 OPD bakal dibebaskan dari target PAD atau tidak diwajibkan menyetor PAD. Hal tersebut mulai berlaku pada tahun 2020.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan dan Pengendalian Pendapatan Daerah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bangkalan Sri Yenny Repeliyanti menyampaikan, 2 OPD tersebut dihapus dari target PAD. Sebab, sudah digratiskan pelayanan administrasinya dan bebas dari hutang dana bergulir.

“Salah satunya yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil). Tidak dibebankan PAD, karena administrasi pelayanannya kan sudah gratis. Jadi tidak perlu ditarget PAD,” katanya, Senin (13/1).

Satu OPD lainnya adalah Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dispernaker). Alasannya, menurut Yenny, Dispernaker sudah tidak memiliki hutang dana bergilir. Jadi, target PAD tidak diwajibkan pada instansinya tahun ini.

Kendati 2 OPD tersebut dihapuskan, Yenny mengungkapkan, tidak akan mempengaruhi target PAD berikutnya. Pasalnya, PAD tahun 2020 ada kenaikan dibandingkan dengan tahun 2019.

“Iya mempengaruhi, tetapi ditutup oleh kenaikan target PAD di OPD lainnya. Jadi tidak masalah,” paparnya.

Sementara itu, untuk 2020 ini, PAD di 19 OPD ditarget sebesar Rp261.801.072.574,36.
Terdapat empat OPD yang tak mencapai target. Dirinya berharap agar tahun ini bisa mencapai 100 persen.

Empat OPD yang gagal mencapai target sendiri yakni ada Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perdagangan (Disdag), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Peternakan (Disnak). (ina/nam)

Komentar

News Feed