oleh

2 Tahun, PUPR Gagal Capai Target PAD Retribusi Sewa Mesin Gilas

Kabarmadura.id/Sampang-Selama dua tahun terakhir, belasan unit alat berat berupa mesin gilas yang dikelola oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang, gagal memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal itu lantaran, mesin gilas tersebut tidak diminati oleh kontraktor.

Kepala Bidang (Kabid) Perbekalan Peralatan dan Penanganan Mutu Dinas PUPR Sampang Erwin mengakui, jika sejak 2018 lalu pihaknya kesulitan bisa memenuhi target PAD dari hasil sewa mesin gilas tersebut.

Selain tidak diminati oleh para kontraktor yang menjadi sasaran sewa mesin itu, saat ini kontruksi jalan yang menggunakan lapen dan macadam mulai berkurang. Mayoritas lanjut Erwin, konstruksi jalan sudah menggunakan sistem betonisasi.

Sementara pengerjaan proyek jalan dengan konstruksi beton tidak membutuhkan mesin gilas, sehingga sangat jarang ada kontraktor yang menyewa mesin gilas itu.

Namun demikian, pihaknya enggan untuk mengungkapkan secara detail terkait perolehan PAD dari hasil sewa mesin gilas selama 2019. Padahal, anggaran perawatan untuk mesin tersebut tetap jalan dan menggunakan dana tersebut.

“Yang jelas selama dua tahun terakhir PAD dari hasil sewa sebanyak 19 unit mesin gilas ini tidak memenuhi target, datanya kami tidak hafal,” kelit Erwin saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/1/2020).

Dirinya menjelaskan, besaran sewa setiap unit mesin gilas itu tidak sama. Harga sewa disesuaikan dengan tonase, yakni ada yang 2,5 sampai 8 ton. Diungkapakanny, hitungan sewa per hari mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Sampang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Jasa Retribusi.

Saat ini lanjut dia, penyewa mesin gilas didominasi pelaksana Dana Desa (DD) dan Kelomok Kerja Masyarakat (Pokmas), yang masih menggunakan lapen dan makadam. Pihaknya mengklaim, terus menjalin komunikasi dan penawaran sewa mesin gilas kepada pemerintah desa untuk bisa memenuhi target pendapatan.

“Mestinya juga ada peremajaan alat, sehingga bisa mengikuti kemajuan teknologi dan kebutuhan masyarakat, seperti pengadaan carmix dan lainnya sesuai kebutuhan saat ini,” kilahnya.

Meski sudah dua tahun gagal memenuhi target PAD, Erwin mengaku tidak bisa berbuat banyak, lantaran penyebab tidak tercapainya PAD sewa mesin gilas berkaitan dengan peruntukan alat.

“Sementara mesin gilas yang ada saat ini sudah tidak sesuai dengan konstruksi dan perkembangan teknologi,” tukasnya.

Berdasarkan catatan Kabar Madura, target PAD dari mesin gilas tahun 2019 kurang lebih sebesar Rp220 juta, namun realisasi target sewa mesin itu masih sekitar 11 persen atau senilai Rp20 juta hingga akhir September 2019. Sementara, Dinas PUPR Sampang enggan untuk menyampaikan data terkait realisasi selama tahun 2019. (sub/pin)

 

Komentar

News Feed