20 Persen Tunggakan PDAM Terabaikan

  • Whatsapp
Agus Bachtiar, Direktur PDAM Kabupaten Pamekasan.

Kabarmadura.id – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan belum bisa mengatasi tunggakan pembayaran dari konsumen. Pasalnya, hingga saat ini tunggakan yang tersisa masih berkisar 20 persen dari seluruh pengguna di wilayah perkotaan.

Padahal, untuk wilayah perkotaan, jangkauannya masih tergolong tidak terlalu jauh. Meski demikian, PDAM yang bertugas menyalurkan air bersih tersebut belum bisa menangani persoalan tunggakan itu.

Kepala Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan Agus Bachtiar menjelaskan, sudah mewanti-wanti agar tunggakan tersebut segera dipecahkan. Bahkan, pihaknya sudah tidak segan-segan memberikan peringatan bagi konsumen yang tidak membayarnya.

Jika tidak bisa membayar sampai 3 bulan, manajemen PDAM mengancam akan menutup saluran tersebut. Kendati demikian, usaha tersebut belum mampu memberikan efek jera bagi para konsumen. Indikasinya, hingga saat ini tunggakan masih tergolong banyak.

Bahkan pihaknya mengaku sudah membentuk tim yang bertangung jawab atas tunggakan tersebut.

“Kami sudah bentuk tim penagihan dan tim penutupan,” katanya, kemarin (24/9).

Terbentuknya dua tim tersebut sudah membuahkan hasil. Salah satu indikasinya, jumlah konsumen yang menunggak semakin menurun. “Awalnya 30 persen,” imbuhnya.

Sementara yang sudah terlayani oleh PDAM itu, meliputi 6 kecamatan, yakni Kecamatan Pamekasan, Pademawu, Proppo, Tlanakan, Galis, Waru, dan Blumbungan.

Pembayaran untuk PDAM dihitung per meter kubik. Untuk setiap meter kubiknya, konsumen harus membayar uang sebesar Rp3.200.

“Tahun ini naik sejak, Januari lalu,” tandasnya. (km40/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *