20 Ribu Petani Milenial di Pamekasan Belum Gunakan Teknologi Digital

News30 views

KABAR MADURA | Bidang pertanian bagi sebagian masyarakat menjadi tumpuan penghasilan, namun belum diimbangi pemanfaatan teknologi digital yang mempermudah pekerjaan. Di Kabupaten Pamekasan, petani milenial yang berumur 19 hingga 39 tahun masih banyak yang belum memanfaatkan teknologi digital.

Kepala Kepala BPS Pamekasan Anwar mengakui hal itu. Dia menjelaskan, petani milenial di Pamekasan jumlahnya cukup banyak sebesar 111.704 orang, namun dari jumlah tersebut ada ribuan petani milenial yang masih belum menggunakan teknologi digital.

Jika dipetakan dari segi jenis kelamin, petani laki-laki milenial jumlahnya mencapai 93.453 orang, sedangkan perempuan berjumlah 18.251 orang.

Baca Juga:  Tim Kemenag Asesmen ke IAIN Madura, Nama UIN Madura Semakin Dekat

“Jika berdasarkan hasil sensus pertanian 2023, ada ribuan petani milenial yang belum menggunakan teknologi digital,” jelasnya.

Dia menambahkan, terdapat sekitar 18 ribu atau sekitar 20,17 persen petani milenial laki-laki yang belum menggunakan teknologi digital, dan petani milenial perempuan hanya berjumlah 2 ribu orang dengan presentase 17 persen.

Anwar mengaku petani yang adaptif dan bisa menggunakan teknologi digital merupakan yang mencakup penggunaan alat dan mesin pertanian (Alsintan) modern, hingga penggunaan internet atau telepon.

Sebaran petani berusia 19 hingga 39 tahun yang saat ini menggunakan teknologi digital lebih banyak terdapat di kecamatan Palengaan, disusul Batumarmar, Pegantenan dan Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan.

Baca Juga:  BPRS BAS Sampang Pernah Tidak Setor PAD

“Penggunaan alat bantu untuk petani seharusnya dimaksimalkan, namun saat ini masih banyak yang belum memanfaatkannya,” ungkapnya.

Pewarta: Moh. Farid

Redaktur: Hairul Anam

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *