20 Siswa SMA-SMK Tidak Lulus, Harus Ngulang Lagi Tahun Depan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMEN) NGULANG: Cabdin Prov Jatim Wilayah Sampang mencatat terdapat sebanyak 20 siswa kelas akhir yang tidak lulus dan harus ngulang pada tahun ajaran berikutnya.

Kabarmadura.id/SAMPANG-Sebanyak 20 siswa kelas akhir jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMA dan SMK) di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Cabdin Prov Jatim) wilayah Kabupaten Sampang dipastikan tidak lulus. Alhasil, puluhan peserta didik tersebut harus mengulang ujian tahun depan.

Kacabdin Sampang Assyari melalui Kasi SMA PK BLK Arba’e Wiraginanda mengatakan, tidak semua siswa SMA-SMK kelas akhir yang mengikuti ujian tahun ini dinyatakan lulus, masih ada sebagian yang harus mengulang pada tahun ajaran berikutnya.

Bacaan Lainnya

Dari 3.586 peserta ujian kelas akhir untuk jenjang SMA,  3.582 siswa dinyatakan lulus dan 4 siswa lainnya tidak lulus, dengan catatan SMA Al-Hidayah belum melaporkan data kelulusannya. Sementara untuk SMA Luar biasa (LB) dari peserta yang ikut ujian 10 siswa, semua dinyatakan lulus.

Sedangkan jumlah peserta ujian akhir jenjang SMK sebanyak 2.822 siswa, 2.806 siswa dinyatakan lulus dan 16 siswa tidak lulus. Bagi yang tidak lulus itu, otomatis harus mengulang pada tahun ajaran berikutnya.

“Dari total peserta ujian kelas akhir jenjang SMA-SMK sebanyak 6.418 siswa, yang lulus 6.398 siswa. Jadi, ada 20 siswa yang tidak lulus, dan mereka harus mengulang ujian pada tahun depan,” ucap Arba’e, Senin (11/05/2020).

Saat ditanya terkait persentase pencapaian nilai ujian akhir tersebut, Arba’e tidak mengetahui, karena hal itu merupakan kewenangan dari masing-masing lembaga sekolah. Pihaknya mengaku hanya menerima surat keputusan (SK) kelulusan dari setiap lembaga.

Lanjut dia, ujian untuk kelas akhir pada tahun ajaran kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena adanya wabah covid-19. Maka untuk penentuan kelulusan cukup mengacu pada nilai semester 1 dan seterusnya ditambah hasil nilai ujian sekolah berbasis komputer/android yang dilaksanakan secara daring serta ditambah dengan nilai praktek.

“Kami tidak tahu terkait batasan minimal pencapaian nilai kelulusan ini. Karena hal ini berkaitan dengan teknis, jadi pihak sekolah yang memiliki kewenangan. Kami hanya sebatas menerima SK kelulusannya,” kelit pria yang baru menjabat sebagai Kasi pada tanggal 4 Mei 2020 itu.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Penma) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sampang Mawardi mengklaim, untuk jenjang Madrasah Aliyah (MA) Negeri dan swasta 100 persen lulus. Sayangnya pihaknya juga tidak bisa membeberkan pencapaian rata-rata nilai ujian akhir siswa tersebut. Alasannya rekapitulasi nilai dari semua MA di Kota Bahari belum masuk keseluruhan dan juga masih menunggu surat dari cabang dinas setempat.

“Kalau untuk capaian nilainya, kami sampai saat ini belum tahu pasti, masih menunggu rekapnya. Tetapi berdasarkan laporan dari subrayon, alhamdulillah untuk jenjang MA tahun ini lulus semua,” singkat Mawardi. (sub/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *