oleh

20 Staf Disdik Sampang Dihadirkan di Sidang Kasus Fee Korupsi

Kabarmadura.id/Sampang-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang Anton Zulkarnaen mengungkapkan, proses persidangan kasus tindak pidana korupsi (tipikor) fee proyek pembangunan SDN 2 Banyuanyar, Sampang, di Pengadilan Negeri Surabaya masih agenda pemanggilan saksi-saksi.

“Sampai saat ini, agenda sidang tiga terdakwa kasus penarikan fee proyek SDN 2 Banyuanyar, masih mendengarkan keterangan saksi-saksi. Kami sudah menghadirkan 20 saksi dari pihak dinas pendidikan, meliputi kabid dan staf di bagian sarpras serta kepala sekolah,” ucap Anton, Selasa (14/1/2020).

Dirinya menjelaskan, persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi itu, masih akan terus berlanjut hingga pekan depan. Sebab pihaknya mengaku masih akan mendatangkan saksi dari para kepala sekolah di Kota Bahari.

“Agenda sidang tanggal 16 mendatang ini masih tetap pemanggilan saksi-saksi sekitar 15 sampai 20 orang saksi, tetapi kalau kurang kita panggil lagi saksinya,” terangnya

Sambung dia, tiga orang terdakwa kasus dugaan korupsi SDN Banyuanyar 2 itu, yakni Kepala Seksi Sarana dan Prasarana (Kasi Sarpras) Dinas Pendidikan (Disdik) inisial (AR), beserta stafnya NEW dan EP yang merupakan Kepala Sekolah (SDN) IV dan V Banyuanyar Sampang.

“Untuk pasal dakwaan yang diberikan kepada tiga terdakwa ini meliputi pasal berlapis diantaranya Pasal 2, Pasal 3 Undang-Undang Tipikor, serta Pasal 11 dan Pasal 12e,” jelasnya.

Untuk diketahui, kedua tersangka AR dan NEW dugaaan penarikan fee proyek pengerjaan RKB di SDN 2 Banyuanyar, Sampang dengan anggaran Rp1,4 miliar itu, berhasil ditangkap oleh petugas Kejari Sampang usai mendatangi Kepsek SDN 2 Banyuanyar, tepatnya di Jalan Mutiara, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang, pada Rabu 24 Juli 2019, sedangkan tersang EP merupakan hasil pengembagan. (sub/pin)

 

Komentar

News Feed