oleh

2020, Periode Terberat APBN, AQ: Mengunci dan Sembunyi, Cukup Membantu Negara

Kabarmadura.id-Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) Achsanul Qosasi angkat bicara terkait postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020.

Menurut pria asal Kecamatan Lenteng, Sumenep tersebut, tahun 2020 dinilai sebagai periode terberat APBN Indonesia. Imbas wabah Covid-19 memberikan perubahan signifikan terhadap rutinitas masyarakat.

Alih-alih menggelontorkan banyak bantuan tunai secara langsung, pemerintah justru mengalami tekanan luar biasa dalam mengelola anggaran.

Bahkan, akibat turunnya grafik produktivitas ekonomi lantaran terdampak wabah Covid-19, APBD 2020 nyaris jebol alias sudah nampak jelas akan masuk ancaman defisit.

Sementara, anggaran yang dialokasikan untuk pencegahan dan pemulihan dari wabah tersebut tidak mungkin bisa ditekan lagi.

“Ini adalah periode terberat APBN kita di tengah turunnya produktivitas, biaya-biaya untuk pemulihan bencana harus dialokasikan,” ujar AQ-sapaan familiar dari Achsanul Qosasi.

Sejauh pengamatannya, turunnya produktivitas perekonomian itu berdampak pada turunnya pendapatan negara. Jika target yang diplot di APBD 2020 sebesar Rp2.233 triliun,  kenyataanya justru turun menjadi Rp1.760 triliun.

Semenyara, belanja negara yang sudah tidak bisa ditekan lagi jumlahnya, dari patokan sebesar Rp2.540 membengkak jadi Rp2.613 trililun.

Kenyataaan angka-angka tersebut, menurut AQ, sudah cukup menampilkan adanya ancaman kenaikan defisit anggaran dari Rp307,2 triliun menjadi Rp852,9 triliun.

Sehingga jawaban yang dibutuhkan untuk mengatasi itu, adalah harus ada kemampuan menutup defisit sebesar Rp852,9 triliun.

“Pemerintah berencana menganggarkan melalui hutang. (itu) sekilas APBN kita,” katanya dalam cuitan twitternya.

Rencana utang, diprediksi sulit dihindari. Sebab, jika dilihat dari masa-masa defisit sebelumnya, lanjut AQ, masih cukup bisa terbantu dengan kerja keras bersama-sama dalam menutupi defisit APBN tersebut.

Akan tetapi, di tengah wabah Covid-19 ini, menurut pria asli Madura itu, dengan berpartisipasi dalam pembatasan mobilitas guna mencegah penularan wabah, sudah dikategorikan membantu negara.

Kendari demikian. AQ mendoakan agar musibah yang menimpa Indonesia dan negara lain bisa segera terselesaikan. Agar, tatanan hidup bisa kembali normal.

“Dalam krisis sebelumnya, kita masih bisa kerja keras bantu negara. Saat ini, kita terkunci dan sembunyi. Cara ini juga dianggap membantu negara. Hanya bisa berdoa,” tandasnya. (idy/waw)

Komentar

News Feed