21 Kendaraan Pelat Merah Dilelang, Hasilnya Masuk ke PAD

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) DILELANG: 21 kendaraan dinas di Bangkalan bakal dijual.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Usai menunggu beberapa bulan untuk melakukan penghapusan kendaraan roda empat milik Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Bangkalan. Akhirnya, kantor pelayanan kekayaan negara dan lelang (KPKNL) Pamekasan mengijinkan Pemkab Bangkalan membuka lelang. Totalnya ada 21 kendaraan plat merah yang dilelang.

Kepala Bidang (Kabid) Aset Badan Pengelola Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD) Bangkalan Syahid mengatakan, 21 kendaraan roda empat yang dilelang sudah memenuhi syarat. Salah satunya yakni habis pemakaian minimal selama 7 tahun.

Bacaan Lainnya

“Semuanya masih layak pakai,” katanya, Selasa (19/1/2020).

Lanjut Syahid, kendaraan roda empat rata-rata merupakan milik eselon II dan III. Dari 21 mobil tersebut ada satu mobil yang tidak layak pakai. Namun, tetap bisa dilakukan lelang karena nilai jual berdasarkan dari besi kendaraan tersebut.

“Kalau sudah lelang nanti dihapus dari aset Pemkab Bangkalan,” terangnya.

Kendaraan tersebut memang dinilai dengan limit penawaran sekitar Rp2 juta  karena masuk barang rongsokan. Selain itu, mobil tersebut merupakan hasil kecelakaan yang mengalami rusak berat.

“Lainnya saya jamin masih layak pakai,” tuturnya.

Untuk peserta lelang, pihaknya tidak membatasi peserta. Bahkan, dia berharap banyak peserta yang menawar dengan harga tinggi,  agar hasil lelang  menambah pundi-pundi pendapatan asli daerah (PAD).

“Semoga semua kendaraan nanti bisa terjual secara cepat,” ungkapnya.

Masih menurut Syahid, usai lelang kendaraan roda empat ini, akan ada lelang lagi. Kemungkinan pihaknya akan melelang setiap bulannya sesuai dengan rekomendasi KPKNL Pamekasan. Dia mengatakan, masih ada kendaraan roda empat  dan sekitar 1000 lebih peralatan kantor.

“Setelah ini kami akan lelang peralatan kantor; seperti mebel, mesin ketik, dan peralatan lainnya,” tukasnya.

Syahid menambahkan, setelah ini lelang akan dilakukan per-sepeluh kendaraan. Sebab, penilai membutuhkan waktu lama. Sehingga, jadwal lebih sulit masuknya jika terlalu banyak kendaraan yang dilelang. (ina/km58)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *