21 KPM di Bangkalan Tidak Mencairkan BST

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) TERSALURKAN:Sejumlah warga saat menerima bantuan BLT-DD beberapa waktu lalu.

KABARMADURA.ID,  BANGKALAN – Penyaluran bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) telah disalurkan sejak bulan Januari lalu. Namun, pencairan tersebut belum rampung 100 persen. Berdasarkan data yang masuk ke Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan, yang sudah tersalurkan ke semua penerima hanya bulan Januari dan Februari. Itupun masih ada beberapa penerima yang belum mengambil.

Sedangkan bulan Maret dan April, Dinsos belum mendapat laporan berapa penerima yang sudah mencairkan. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Dinsos Bangkalan Wibago Suharta, Rabu (27/4/2021).

“BST hanya 4 bulan, bulan 1, 2, 3 dan 4 sudah. Tapi untuk bulan 3 dan 4 belum ada laporannya ke saya berapa yang terealisasi,” katanya.

Sementara itu, Kasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Sukardi menambahkan, untuk realisasi BST bulan Januari dan Februari masih ada sisa yang belum mengambil bantuan tersebut. Totalnya alokasi penerima BST dari keluarga penerima manfaat (KPM) sebanyak 3.882 orang. Yang terbayar hanya 3.861 KPM dan sisa 21 KPM.

Untuk bulan Februari atau tahap 11 realisasi BST dialokasikan sebanyak 3.860 KPM. Dengan KPM yang sudah terbayar 3.741 dan sisa 119 KPM. Namun untuk bulan Februari ada kemungkinan sudah berkurang sisanya karena data tersebut merupakan laporan per-tanggal 23 Februari 2021 lalu.

“Alasannya yang masih sisa ini banyak, sebab contoh orangnya sudah berangkat kerja lagi ke luar kota karena sudah bekerja dan lain-lainnya,” jelasnya.

Selain itu, ada penerima yang terdeteksi perekonomiannya sudah meningkat dan tidak dikategorikan kurang mampu lagi. Sehingga, undangan pencairan BST tidak diberikan. Dia menjelaskan, BST ini merupakan bantuan dampak wabah Covid-19. Maka, jika sudah tidak terdampak tidak akan menerima kembali meski namanya sudah diajukan ke Kemensos.

“Selalu ada sisa laporan dari Kantor Pos, tapi dari yang tidak transaksi tidak rilis dan memang tidak ada lanjut,” jelasnya.

Maka, yang sebelumnya menerima kemudian tidak diambil atau terealisasi akan dihapus secara otomatis oleh Kemensos. Jadi, hal tersebut merupakan salah satu penyebab kenapa setiap bulan penerima BST akan berubah.

“Selain itu saya kurang tau kenapa bisa berubah-ubah data penerimanya. Untuk bulan Maret sampai April ini saja kami kehilang kurang lebihnya 1000 data penerima BST,” ungkapnya.

Tetapi, meski bulan Maret dan April ada 1000 KPM penerima BST yang tidak terdata. Pihaknya telah mengusulkan kembali sebanyak 600 dan 39 KPM. Namun, meski sudah diusulkan pihaknya masih kehilangan penerima BST atau kurang dari jumlah bulan Februari lalu yang terbayarkan.

“Memang awalnya kuota kami itu kurang lebihnya 6 ribuan, kemudian menyusut terus sampai ke 3000 itu,” tuturnya.

Meski dia sudah membuat cadangan penerima BST melalui pengusulan kembali. Masih banyak KPM yang belum mengambilnya. Kata dia, saat ini tinggal bulan April yang belum terealisasi. Untuk bulan Maret sudah disalurkan tapi pihaknya belum menerima laporan berapa KPM yang sudah mengambil BST.

“Sejak awal sudah kami ajukan 6 ribuan, tapi selalu banyak yang tidak mengambil. Bulan Desember saja yang keluar datanya masih 5.800-an penerima. Akhirnya dari Kemensos menyusut menjadi 3 ribuan penerima, karena adanya perbaikan sinkronisasi NIK dari pusat bulan Januari lalu,” pungkasnya. (ina/mam)

Realisasi BST tahun 2021:

1. Januari

alokasi : 3882

terbayar : 3861

sisa : 21

2. Februari

alokasi : 3860

terbayar : 3741

sisa : 119

3. Maret

alokasi : 3521

terbayar : belum dilaporkan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *