22 SMA Hambat SPP Gratis 114 SMA

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/SUMENEP-Batalnya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) gratis untuk 114 sekolah di Sumenep, ternyata akibat 22 sekolah yang izin operasionalnya bermasalah. Lembaga pendidikan yang izin operasionalnya kedaluarsa  tersebut, sebagian besar berada di wilayah kepulauan.

Kepala Cabang Disdik Jatim Wilayah Sumenep Sugiono Eksantoso mengatakan, yang batal cair itu, khusus sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK)  swasta.

Akibat izin operasional kedaluarsa tersebut, SPP yang dianggarkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), batal dicairkan untuk suluruh SMA/SMK swasta di Sumenep.

“Jika lembaga yang habis izin operasionalnya sudah terurus dan sudah mengantingi izin, maka semua lembaga khusus swasta bakal cair,” katanya, Rabu, (9/10).

Namun dia sudah mendapat informasi, 22 sekolah itu sudah memproses pengurusan izin. Sayangnya, Sugiono belum bisa memastikan rampungnya proses itu. Sebab ditangani oleh Pemprov Jatim.

“Bukan hanya Kabupaten Sumenep, tapi masih banyak lembaga pendidikan di luar, khususnya se-Jatim yang tidak mengantongi izin operasional,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, Pemprov Jatim memberikan bantuan SPP bagi para siswa SMA. Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Sumenep mencatat, sekitar 30 sampai 40 persen merupakan siswa tidak mampu. Sebelumnya, pencairan SPP sudah mulai sejak Juli tahun 2019.

Dana dari program bernama Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) tersebut, sebesar Rp70 ribu setiap siswa per bulan untuk jenjang SMA. Sementara untuk SMK nonteknis, senilai Rp110 ribu dan yang teknis senilai Rp135 ribu.

“Itu langsung masuk kepada rekening sekolah, maka tidak boleh masing-masing sekolah SMK/SMA menarik SPP pada siswa,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sumenep Abdul Hamid berharap, SPP gratis itu segera cair. Dengan begitu, para siswa tidak direpotkan kembali mengenai biaya dan tidak membebankan pada orang tua. Namun dia prihatin dengan banyaknya izin operasional sekolah yang kedaluarsa.

“Semoga cepat teratasi tanpa rintangan,” pungkasnya. (imd/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *