oleh

Terkendala Bibit Mahal, Petani Tambak Udang Masih Minim

Kabarmadura.id/Bangkalan-Kendati tambak udang banyak diminati oleh masyarakat Bangkalan, tetapi masih sedikit yang mengembangkan usaha tambak udang. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Perairan (Disper) Bangkalan Mohammad Zaini. Menurutnya, hal itu dikarenakan benih untuk mengembangbiakkan udang mahal.

Sebab, jenis udang yang paling dicari oleh para petani tambak udang adalah udang jenis vanami. Saat ini sendiri dari seluruh masyarakat di 18 kecamatan yang ada di Bangkalan, petambak udang vanami sendiri hanya 38 orang saja. Di mana ke-38 petambak hanya ada di 3 kecamatan yakni Klampis, Sepulu dan Tanjung bumi.

“Kebanyakan petambak udang ini dari kalangan kelas menengah ke atas. Sebab, harga benihnya tergolong mahal,” ujarnya.

Masih menurut Zaini, modal yang besar harus dimiliki oleh petambak udang vanami. Karena perawatan pengembangan udang ini harus diperhatikan. Sedangkan untuk petambak dari kelas menengah ke bawah, Zaini mengatakan, mereka hanya bisa membudidayakan ikan seperti lele atau pun gurami.

“Karena budidaya ini cukup murah bibitnya dan kalau petani hanya membudidayakan tidak perlu izin. Sedangkan petambak udang vanami ini perlu ijin dari kita,” terangnya.

Sedangkan dari dinas sendiri, Zaini menerangkan, belum bisa membantu para petambak lainnya untuk bisa mengembangkan udang vanami ini sendiri. Pihaknya mengungkapkan, belum ada bantuan baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Harapannya kita memang inginnya seperti itu, bisa membantu petambak agar bisa mengembangkan udang ini. Tapi dari kita belum ada bantuan,” paparnya.

Lebih lanjut, Zaini mengatakan, kebanyakan bibit udang vanami sendiri diambil dari luar Madura. Sebab, di Bangkalan sendiri, pihaknya belum bisa membudidayakan bibit udang vanami ini sendiri. Dalam satu kali panen, Zaini menyampaikan, sebenarnya petambak bisa untung besar. Sebanding dengan pengeluaran selama pemeliharaan, di mana udang dengan size 3 dan 4 bisa dihargai Rp80 ribu pekilonya.

“Bisa dibayangkan sendiri, sekali panen bisa berapa juta,” tandasnya. (ina/pai)

Komentar

News Feed