233 Desa di Bangkalan Tidak Tertib Bayar PBB

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) TERTIB: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan akan memberikan penghargaan bagi desa yang taat membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) tepat waktu.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Kepedulian pemerintahan desa (pemdes) di Kabupaten Bangkalan untuk taat membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) masih rendah. Padahal, hampir memasuki akhir tahun mayoritas desa belum membayar pajak. Bahkan realisasinya hingga Oktober ini masih mencapai 29,97 persen. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pajak dan Retribusi I Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bangkalan Budi Hariyanto, Senin (25/10/2021).

Menurutnya dari 287 desa yang ada di daerah dengan slogan Kota Salak, hanya 54 desa yang tertib melunasi PBB. Sedangkan sisanya, 233 desa tidak tertib membayar PBB. Keterlambatan pembayaran diakibatkan kebiasaan kades yang sering melunasi pembayaran di akhir tahun. Padahal idealnya, bulan ini penarikan PBB dari setiap desa sudah berada di angka 70 hingga 75 persen.

“Desember ini semua desa harus melunasi. Karena tahun ini, kami tidak ingin ada tunggakan. Jadi bagi desa yang warganya sudah menyetorkan PBB untuk segera melakukan pelunasan ke daerah,” ujarnya.

Pihaknya menuturkan, di tahun 2021 target PBB sebesar Rp5.908.156.413,00. Sedangkan realisasinya masih 29,97 persen atau Rp1.770.577.591,00. Dengan demikian, kekurangan setoran PBB mencapai Rp4.137.578.822,00. Sebab hanya 54 desa di 14 kecamatan yang melakukan pembayaran. Padahal, adanya pajak untuk warga di desa. Yakni, akan kembali dalam bentuk program dari pemerintah.

“Jadi segera melunasi pajak sebelum akhir tahun. Kendalanya memang desa ini menunggu jatuh tempo pembayaran atau akhir tahun. Mudah-mudahan tahun ini pembayaran PBB bisa maksimal,” tuturnya.

Dia menegaskan, target PBB tahun ini memang lebih tinggi dibandingkan tahun 2020 kemarin yang hanya Rp5.262.403.149,00. Namun tinggi rendahnya target, bukan menjadi alasan desa menunda penyetoran PBB. Apalagi menunggak hingga tahun depan. “Memang sekarang masih wabah Covid-19, tapi itu bukan menjadi alasan untuk tidak menyetor PBB. Jangan jatuh tempo baru menyetor, kami khawatir nunggak lagi nanti,” tegasnya.

Sedangkan 54 desa dari 14 kecamatan yang sudah melunasi PBB memperoleh penghargaan dari bupati. Sebab sudah menyetor PBB 100 persen sebelum tutup akhir tahun atau jatuh tempo. Puluhan desa tersebut bisa dijadikan contoh desa yang tertib membayar PBB. “Jadikan puluhan desa ini sebagai motivasi untuk desa lain. Makanya kami memberikan penghargaan, agar desa lainnya ikut taat membayar pajak,” papar Bupati Bangkalan Abdul Latif Imron.

54 Desa Tertib Bayar PBB

  • Kecamatan Bangkalan
    • Desa Martajasah
    • Desa Kramat
    • Desa Sambilangan
  • Kecamaran Galis
    • Desa Sadah
    • Desa Blanteran
    • Desa Sarpa
  • Kecamatan Konang
    • Desa Durian Barat
    • Desa Galus Daya
  • Kecamatan Modung
    • Desa Srabi Timur
  • Kecamatan Kwanyar
    • Desa Gunung Sereng
    • Desa Pandaan
    • Desa Dlemer
    • Desa Karang Anyar
    • Desa Morombuh
    • Desa Katenteng
    • Desa Karang Enteng
  • Kecamatan Kokop
    • Desa Lembung Gunung
  • Kecamatan Arosbaya
    • Desa Karang Pao
    • Desa Cendagah
  • Kecamatan Kamal
    • Desa Kebun
    • Desa Gili Barat
    • Desa Tanjung Jati
    • Desa Tajungan
    • Desa Pendabah
  • Kecamatan Burneh
    • Desa Jambuh
    • Desa Arok
  • Kecamatan Socah
    • Desa Pernajuh
  • Kecamatan Sepulu
    • Desa Prancak
    • Desa Labuhan
    • Desa Kelbung
    • Desa Gunilap
    • Desa Klapayan
    • Desa Lembung Paseser
    • Desa Klabetan
    • Desa Banyior
    • Desa Tanah Gura Barat
    • Desa Maneron
    • Desa Sepulu
    • Desa Kaplasa
    • Desa Bang Sereh
    • Desa Gangseyan
    • Desa Tanah Gura Timur
  • Kecamatan Labang
    • Desa Labang
    • Desa Jukong
    • Desa Sendang Laok
    • Desa Sendang Daya
    • Desa Pangpong
    • Desa Beringin
  • Kecamatan Tanjung Bumi
    • Desa Aeng Taber
    • Desa Paseseh
    • Desa Bungkeng
    • Desa Tlaga Biru
    • Desa Banyusangka
  • Kecamatan Tanah Merah
    • Desa Landak

Reporter: Fa’in Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *