25 Tahun Berkarir Jadi Anggota Dewan

  • Whatsapp
RAMAH: Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Hosyan Mohammad

Kabarmadura.id/Bangkalan-Bagaikan air dari pegunungan yang mengalir kemanapun menuju lembah-lembah. Tidak perlu dikejar, silahkan dikejar tapi harus tahu batasan-batasan. Itulah prinsip yang dibawa oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Hosyan Mohammad. Kini, di usianya yang sudah mencapai setengah abad, 55 tahun. Hosyan (sapaan akrabnya) telah menjabat sebagai anggota dewan selama 25 tahun atau 5 kali periode berturut-turut.

FA’IN NADOFATUL M, KOTA

Sejak usia muda, Hosyan mengaku, tidak pernah ingin menjadi pejabat. Apalagi menjadi salah satu bagian anggota legislatif di Bangkalan. Namun, takdir berkata lain. Dirinya terus terpilih dan mampu dipercaya oleh masyarakat Bangkalan untuk menjadi wakil rakyat.

Kepada Kabar Madura Hosyan bercerita, dirinya setelah lulus kuliah hanya ingin menjadi seorang guru. Namun, karir yang ingin dicapainya malah kandas, meski sebelumnya dirinya sempat mengajar di beberapa sekolah yang ada di Bangkalan. Sebelum lulus kuliah di STKIP tahun 1989 dirinya telah menjadi guru di SMP Arosbaya selama 12 tahun, SMP 2 Kamal 5 tahun.

“Saya ini sebenarnya jadi anggota dewan sebuah kebetulan dan takdir saja. Latar belakang saya ini dari pendidikan. Jadi guru sudah sejak 1986 lalu,” katanya, Senin (30/9).

Dirinya tertarik menjadi anggota dewan, sebab, cita-citanya yang menjadi pegawai tidak diterima oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan. Akhirnya, Hosyan meninggalkan dunia pendidikan karena ingin mencoba karir baru.

Setelah berkecimpung di partai politik (parpol) Persatuan Pembangunan (PPP). Partainya mendapatkan jatah 2 kursi, dimana namanya terpilih menjadi anggota legislatif. Kala itu, Hosyan mengatakan, pertama kali menjadi anggota dewan pada tahun 1999.

“Waktu itu partai PPP di Klampis ini ditinggalkan kadernya, sedang oleng. Banyak anggotanya yang keluar dan pindah ke partai lain. Tapi saya tetap masuk dan Alhamdulillah waktu itu dapat 2 kursi termasuk nama saya,” paparnya.

Pasang surut perolehan kursi di partainya telah Hosyan lalui. Bahkan sejak Bupati Fattah hingga Bupati Ra Fuad dan sekarang Bupati Ra Latif, Hosyan masih menjabat sebagai anggota dewan.

Bukan karena merasa ketagihan menjadi bagian dari dunia politik, Hosyan mengatakan, bahwa dirinya masih dipercaya masyarakat untuk mengemban amanah mengawal kesejahteraan Bangkalan.

“Karena di Bangkalan ini ada komisi A,B,C dan D, saya mencari bagian komisi apa yang menjadi mitra kerja di lembaga pendidikan. Sebab, hal tersebut sesuai dengan latar pendidikan saya,” jelasnya.

Lelaki yang pernah kuliah S2 di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dengan mengambil jurusan hukum ini juga menyampaikan, bahwa dirinya telah melalui asin manis dan pahitnya menduduki parlemen. Selama 25 tahun banyak pengalaman yang Hosyan tidak pernah lupa, dirinya mengatakan, selalu menampung semua aspirasi masyarakat dan mengawalnya.

Untuk itulah, Hosyan mengatakan, selalu terpilih kembali menjadi anggota dewan di setiap pemilihan. Hosyan juga mengaku, selalu menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di Bangkalan dengan maksimal.

“Sudah banyak yang saya kawal, dari sisi apapun. Dari segi apapun tidak pernah saya menolaknya. Selalu saya usahakan dan saya bantu,” pungkasnya. (pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *