262 KPM PKH Tergraduasi, Sebagian Besar Didominasi Faktor Alamiah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ IST) GRADUASI: Koordinator PKH Kabupaten Pamekasan, Hanafi saat memberikan sosialisasi kepada KPM PKH.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN  – Semakin lama, masyarakat Pamekasan bergerak ke arah kemajuan. Sebab, per Januari 2021, ada sebanyak 262 keluarga penerima manfaat (KPM) diketahui tergraduasi atau keluar dari kategori masyarakat layak menerima bantuan program keluarga harapan (PKH).

Koordinator PKH Kabupaten Pamekasan, Hanafi menjelaskan, dari seluruh KPM graduasi tersebut terdiri dari 81 orang sejahtera mandiri, 2 orang berpindah domisili dan sisanya didominasi oleh faktor alamiah sebanyak  179 orang.

Bacaan Lainnya

Dijelaskannya, KPM graduasi sejahtera mandiri merupakan KPM yang telah dikategorikan mampu dari segi ekonomi sehingga tidak lagi layak menjadi KPM PKH, baik yang melalui pendataan maupun yang mengundurkan diri atas kesadaran mereka.

Sementara KPM graduasi karena faktor alamiah yaitu KPM yang sudah tidak lagi memenuhi komponen syarat KPM PKH. Sementara di antara komponen yang harus terpenuhi yaitu: ibu hamil, anak usia dini, keluarga lanjut usia (lansia), dan penyandang disabilitas. Selain itu, keluarga tersebut memiliki anak yang  masih usia sekolah dari SD hingga SMA.

Disebutkan Hanafi, jumlah KPM graduasi tersebut tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Pamekasan. Selain itu, faktor perpindahan domisili juga berkontribusi terhadap graduasi KPM PKH. Hanafi mengungkapkan, pihaknya tidak hanya bertugas menyalurkan bantuan, namun juga mengubah pola pikir KPM.

Bahwa KPK PKH harus memiliki kesadaran sosial bahwa bantuan tersebut hanya diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan layak untuk dibantu. Sehingga tidak jarang KPM mengundurkan diri setelah rumahnya dipasangi label miskin. Tercatat, ada sekitar 400 KPM yang mundur.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Moch. Tarsun menyampaikan, kementerian sosial setiap bulan melakukan update data. Karenanya, pihaknya berharap agar KPM PKH benar-benar terbuka mengenai kondisi sosial sebenarnya. Bahkan menurutnya, orientasi dari pemasangan label keluarga pra sejahtera adalah agar ada perubahan pola pikir masyarakat dalam menilai bantuan PKH.

“Kalau perkembangan dinamika masyarakat ini sudah berubah dari yang semula tidak mampu kemudian mampu, maka hendaknya ini harus digraduasi, baik secara alamiah maupun kesadaran sendiri,” tukasnya. (ali/km58)

Jumlah KPM Graduasi: 262

Faktor:

  1. Alamiah : 179 orang
  2. Sejahtera Mandiri: 81 orang
  3. Pindah Alamat: 2 orang

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *