262 Melahirkan di Dukun, Dinkes Bangkalan Waspadai Kenaikan Kematian Ibu Hamil dan Bayi

  • Bagikan
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M) KEMATIAN: Kepala Dinkes Bangkalan mengingatkan kenaikan angka kematian ibu dan bayi.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Angka ibu hamil melahirkan di dukun bayi masih tinggi. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan jumlah ibu melahirkan tahun 2020 sebanyak 15.600. Dari jumlah itu 14 ribu melahirkan secara normal. Sedangkan yang ditolong oleh dukun beranak 262 ibu hamil.

Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo mengatakan, ibu hamil yang melakukan persalinan di dokter kandungan atau melakukan kelahiran di bidan dan rumah sakit hanya sekitar 1.300 orang. Data tersebut belum tindakan yang dilakukan secara operasi.

“Itu tidak bisa didata juga ibu melahirkan lewat BPJS berapa, yang bayar mandiri berapa, rumah sakit swasta berapa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat (KGM) Dinkes Bangkalan Zuhdi menerangkan, pada tahun 2020 angka kasus kematian ibu dan bayi terbilang tinggi. Untuk itu, dia memprioritaskan program pada peningkatan kesadaran ibu hamil pasca kelahiran.

“Kami sudah berikan arahan terhadap ibu hamil agar memeriksakan kandungan ke tenaga yang memang berkompeten seperti bidan atau dokter, bukan dukun beranak,” tuturnya.

Tahun ini, dia mengaku, menganggarkan anggaran sebesar Rp4 miliar. Anggaran tersebut digunakan sebagai langkah pencegahan kematian ibu hamil dan bayi. Realisasinya untuk memberikan bantuan persalinan melalui jaminan persalinan (Jampersal).

Bahkan, katanya, jangan sampai persalinan dilakukan bukan pada ahlinya. Karena itu resikonya cukup tinggi mengalami kematian ibu hamil dan bayi.

“Jadi ibu hamil bisa meminta bantuan pada kami melalui Jampersal untuk melahirkan di bidan atau rumah sakit jika tidak punya biaya,” pungkasnya. (ina/mam)

Baca juga  Kumpulan Puisi Maysaroh Elshoby 
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan