oleh

263 Ribu di Bangkalan Belum Memiliki KIA

Kabarmadura.id/Bangkalan-Program  Kartu Identitas Anak (KIA) di Kabupaten Bangkalan belum terealisasi secara maksimal.  Hal itu terbukti dari 268 ribu masih 5 ribu anak yang memiliki KIA.

KIA sangat bermanfaat bagi anak yang belum menginjak di usia 17 tahun, yang belum memiliki kartu tanda penduduk KTP. KIA tersebut bisa digunakan untuk mengurus sejumlah persyaratan. Diantaranya  pendidikan dan administrasi di pemerintahan desa.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Bangkalan Zakariya menyampaikan, bahwa KIA memiliki kesamaan dengan KTP, akan tetapi KIA digunakan untuk anak dibawah usia 17 tahun. Pihaknya menyampaikan untuk mengurus KIA tersebut cukup membawa akta kelahiran saja.

“Bagi anak yang di bawah usia 5 tahun menggunakan foto akan tetapi bagi anak di atas usia 5 tahun disertakan foto,” paparnya

Pihaknya menyampaikan bahwasannya jumlah anak di bawah umur 17 tahun mencapai 268 ribu. Kendati cara mengurusnya cukuplah mudah akan tetapi masih banyak anak yang tidak mengurus KIA.

“Yang membuat KIA  hanya mencapai 5 ribu anak,” jelasnya.

Maraknya anak yang tidak memiliki kartu identitas tersebut pihaknya mengaku kan memberikan sosialisasi terhadap masyarakat. Diantaranya membuat spanduk dan melalui media sosial. Selain itu ia berharap kepada orang tua anak agar ikut membantu program tersebut, dengan cara segera mendaftarkan anaknya untuk mendapatkan KIA.

Sementara itu ibu  Mardiyah salah satu ibu yang memliki anak di bawah usia 17 tahun mengaku anaknya tidak memiliki kartu identitas. Selain tidak jarak tempuh yang jauh dari kantor kependudukan juga belum memahami tentang persyaratan pembuatan KIA.

” Sejauh ini saya belum pernah mendengar soal himbauan untuk membuat KIA,” jelasnya

Sementara itu salah satu perangkat desa Abd Azis menuturkan, jika sejauh ini belum ada pemberitahuan terkait KIA. ia berharap agar pemerintah setempat memberikan sosialisasi terhadap masyarakat sehingga masyarakat bisa membuat KIA.

“Saya harap sosialisasi pembuatan KIA lebih ditingkatkan agar masyarakat bisa mengerti dan betapa pentingnya kartu identitas tersebut,” tuturnya

Azis mengaku dengan tidak adanya sosialisasi tersebut banyak anak kecil di desanya tidak memiliki KIA.

” Kalau di kampung kami bukan banyak lagi melainkan mayoritas anak kecil tidak memiliki KIA sebab masyarakat memang benar-benar tidak tahu dan kurang mendapatkan sosialisasi,” (sae/mam)

 

 

 

 

Komentar

News Feed