27 Desa di Sampang Kecipratan Rp7,8 M

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBHAN) HARUS OPTIMAL: Pemkab Sampang mendapat program Pengembangan Infrastruktur Sosial dan Ekonomi Wilayah (PISEW) yang tersebar di 13 Kecamatan.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, menerima kucuran program Pengembangan Infrastruktur Sosial dan Ekonomi Wilayah (PISEW) tahun ini. Besaran anggaran untuk program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencapai Rp7,8 miliar.

Program tersebut, direalisasikan untuk 13 kecamatan di daerah yang identik dengan slogan kota bahari. Setiap kecamatan akan mendapatkan dana sebesar Rp600 juta. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Sampang melalui Kepala Bidang (Kabid) Perumahan dan Kawasan Permukiman ABdul Rokib, Rabu (15/9/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, tujuan program PISEW untuk meningkatkan atau menyediakan infrastruktur melalui partisipasi masyarakat dalam skala kawasan, guna meningkatkan sosial ekonomi wilayah. Sedangkan, untuk sasarannya sebanyak 27 desa yang tersebar di 13 kecamatan. Program tersebut, masuk dalam dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) Kementerian PUPR.

Dia menuturkan, instansi nya hanya sebatas pendamping teknis. Untuk saat ini, program PISEW sudah proses pengerjaan dan ditargetkan selesai pada bulan November mendatang. Rata-rata, untuk setiap kecamatan ada dua hingga tiga desa penerima. Seperti, desa di Kecamatan Tambelangan.

Sedangkan untuk pagu anggaran setiap desa disesuaikan dengan kebutuhan dan kesepakatan dari Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) masing-masing kecamatan. Namun, mayoritas infrastruktur yang dikerjakan berupa pembangunan jalan dan saluran drainase lingkungan desa.

“Hanya Kecamatan Sreseh yang tidak mendapatkan program PISEW ini, karena kemungkinan sudah kehabisan kuota, apalagi program tersebut kewenangan pusat yang menentukan,” ujarnya.

Disinggung mengenai upaya pengawasan dari pemerintah daerah dalam realisasi program PISEW?, Rokib mengaku sudah ada. Yakni tenaga fasilitator lapangan (TFL) untuk masing-masing kecamatan penerima, dan pelaksanaan program ditangani oleh BKAD setiap kecamatan.

Sementara itu, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaka Jatim Korda Sampang Busiri meminta pemkab melalui dinas terkait harus lebih proaktif dalam melakukan upaya pengawasan terhadap realisasi program pusat tersebut. Sebab jika tidak terpantau dengan ketat, berpotensi terjadinya tumpang tindih dengan program lain, semisal program dana desa (DD), provinsi dan kabupaten.

“Mestinya DPRKP dan DPRD Sampang ini dapat terlibat aktif untuk ikut mengawasi realisasi PISEW ini, karena kami melihat program ini sangat rawan terjadi tumpang tindih, maka upaya pengawasan harus dimaksimalkan,” sarannya.

Desa 13 Kecamatan Penerima Program PISEW

  • Torjun
    • Kodak
    • Kanjar
  • Pangarengan
    • Panyerangan
    • Pacanggaan
  • Sampang
    • Paseyan
    • Panggung
  • Camplong
    • Banjar Talela
    • Taddan
  • Omben
    • Tambak
    • Temoran
  • Jrengik
    • Malaka
    • Kotah
  • Banyuates
    • Tlagah
    • Tebanah
  • Karang Penang
    • Bluuran
    • Gunung Kesan
  • Ketapang
    • Pancor
    • Bira Barat
  • Sokobanah
    • Tobai Barat
    • Tobai Tengah

Tiga Kecamatan Tambahan Program PISEW

  • Kedungdung
    • Dua desa
  • Tambelangan
    • Tiga desa
  • Robatal
    • Dua desa

Reporter: M. Subhan

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *