oleh

28 SD di Sumenep Terancam Dicabut Izin Operasionalnya

KABARMADURA.ID, Sumenep – Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep mengancam akan mencabut izin operasional sekolah yang jumlah siswanya di bawah 30 siswa. Terkecuali sekolah di pelosok yang di lokasi tersebut sama sekali tidak ada sekolah.

Lembaga yang menaungi jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) tersebut berdalih, upaya tersebut dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Sumenep.

“Satu sekolah atau dari kelas satu sampai kelas 6. Artinya masih ditoleransi jika jumlah siswanya masih 30 orang, tapi jika di bawah itu, dan di sekitarnya ada sekolah lain yang sederajat, maka akan dihapus,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Disdik Sumenep Abd Kadir.

Efisiensi proses kegiatan belajar mengajar (KBM) itu, kata Kadir, karena jika setiap kelas hanya berisi empat sampai lima siswa, maka tidak sebanding dengan standar kebutuhan guru, misalnya untuk SD harus terdiri dari 10 guru.

Pencabutan izin operasional itu, secara otomatis akan menghapus data sekolah di aplikasi dapodik. Hal itu sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), bahwa dalam tiga tahun ke depan akan diverifikasi secara elektronik.

“Melalui sistem itu, jumlah siswa yang tidak mencapai target jumlah minimal akan terdegradasi dengan sendirinya,” tegasnya.

Verifikasi melalui aplikasi data pokok pendidikan (dapodik) itu, akan mendeteksi setiap rombongan belajar (rombel) atau kelas SD yang tidak memuat sampai 10 peserta didik. Sehingga dapat dipastikan, sekolah tersebut sudah terhapus dari jaringan dapodik.

Sedangkan penelusuran secara manual yang dilakukan Disdik Sumenep, hingga menjelang tutup tahun 2020 ini sudah ada 28 SD yang sudah dicabut izin operasional dan juga berdasarkan surat keputusan (SK) bupati.

“Tetapi yang dihapus itu karena memang sudah tidak ada aktivitas belajar di sekolah tersebut, misalnya salah satu SD di Desa Lobuk itu sudah kami hapus. Dan selanjutnya akan terus diverifikasi, dan puncaknya akan terus dilakukan penghapusan jika sudah tidak ideal,” pungkasnya. (ara/waw)

Komentar

News Feed