oleh

28 Tahun Berdiri, Desak PT. Adiluhung Keluarkan CSR

KABARMADURA.ID, Bangkalan – PT. Adiluhung Sarana segara Indonesia (ASSI) yang terletak di JalaN Raya Ujung Piring, Desa Ujung Piring, Kecamatan Kota Bangkalan merupakan perusahaan industri pembuatan kapal pelayaran dan jasa perawatan kapal yang dikenal sebagai galangan kapal.

Sayangnya, galangan kapal yang sudah berdiri selama kurang lebih 28 tahun itu tidak pernah mengeluarkan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat sekitar, baik berupa bantuan sosial maupun fisik.

“Saya tegaskan selama berdiri PT Adiluhung belum pernah mengeluarkan CSR kepada warga yang terdampak baik berupa bantuan maupun lainnya, Bahkan warga sudah sering mengajukan agar industri itu mengeluarkan bantuan, akan tetapi sampai sekarang belum ada respon,” kata salah satu warga setempat Ahmad. Rabu (4/11/2020)

Dikatakan Ahmad, dampak dari adanya galangan kapal tersebut, udara dan halaman rumah warga sering dikotori dengan debu berwarna hitam dari potongan kapal itu. Bahkan debu yang biasa berterbangan dinilai sangat membahayakan kesehatan masyarakat. Selain itu lokasi industri dan permukiman warga itu sangat dekat dan hanya dibatasi dengan pagar berupa seng.

“Setiap hari di halaman rumah warga itu dihujani debu karat. selain itu warga juga merasa jauh untuk pergi ke penyandaran perahu untuk melaut. Kami meminta pemerintah daerah harus turun tangan untuk memberikan tindakan, perusahaan seperti seenaknya sendiri,” tegas dia.

Menanggapi hal tersebut, salah satu pegawai PT. ASSI Toni membantah kalau perusahaannya tidak pernah memberikan CSR kepada warga. Akan tetapi pihaknya tidak mau menyebutkan berapa besaran CSR yang dikeluarkan dalam setiap tahunnya.

“Kami sudah mengeluarkan dan menyetorkan bukti pengeluaran CSR, untuk lebih lengkapnya silahkan langsung tanya Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Bangkalan disitu pasti ada,” dalihnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Bappeda Bangkalan dari total 16 perusahaan yang tergabung forum tanggung jawab CSR, hanya dua perusahaan yang melaporkan CSR tahun 2019 yang sudah dilaksanakan.

 

Perusahaan yang melaporkan itu adalah, PT. Pertamina Hulu Energi/ WMO (PHE WMO), perusahaan yang mengembangkan usahanya di pesisir utara Bangkalan. PT. BEN SANTOSA perusahaan pemotongan kapal di Kecamatan Kamal.

“Kalau seperti PT. Adiluhung Sarana Segara Indonesia (ASSI) tidak melaporkan berarti tidak mengeluarkan kalau seperti itu karena selama ini tidak ada laporan ke kami kalau sudah mengeluarkan CSR,” kata Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan dan Pembangunan Bappeda Bangkalan, Ronny Sofiandri. (Km57/mam)

 

Komentar

News Feed