288 Warga Bangkalan Terdeteksi Masuk ODR

  • Whatsapp
(KM/FA'IN NADOFATUL M.) NORMAL: Aktivitas petugas saat memeriksa suhu tubuh masyarakat yang akan memasuki ruangan.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Meski status wabah virus corona atau covid-19 meluas dan melumpuhkan kegiatan masyarakat baik di perkotaan maupun di pedesaan, Kabupaten Bangkalan masih steril dari pasien yang terdeteksi positif terpapar virus tersebut.

Kendati demikian, ratusan warga masuk dalam kategori orang dalam resiko (ODR). Mereka adalah masyarakat yang baru pulang dari daerah yang terdampak virus corona dan belum menunjukkan tanda-tanda sakit.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo mengungkapkan, sedikitnya 288 warga Bangkalan masuk dalam kategori ODR. Kategori itu, masuk dalam pengawasannya selama 14 hari ke depan. Jika ratusan orang ini dalam kurun waktu 2 pekan itu menunjukkan gejala sakit, pihaknya mengimbau untuk segera melakukan isolasi diri.

“Tapi kategori ini masyarakat tidak perlu khawatir dan panik. Karena masih ODR, bukan positif,” terangnya, Senin (23/3/2020).

Ia menjelaskan, yang disebut orang sehat dalam risiko (ODR) ini adalah orang sehat dalam pemantauan. Artinya, kata Sudiyo, orang yang saat dan atau dalam 14 hari datang dari negara/wilayah terjangkit dan tidak ada gejala sakit.

Sedangkan, yang masuk kategori orang sakit  dalam pemantauan (ODP), kata lelaki yang kerap disapa Yoyok ini, yakni orang yang saat ini dan atau dalam 14 hari, datang dari negara/wilayah terjangkit dan mengalami sakit, namun tidak ada gejalah pneimonia.

Mengenai pasien dalam pengawasan (PDP), kata Yoyok, orang yang saat dan atau dalam 14 hari datang dari negara terjangkit mengalami sakit dengan gejala pneumonia atau tanpa pneumonia. Tetapi ada riwayat datang dari provinsi Hubei atau kontak dengan kasus positif Covid-19 atau bekerja/mengunjungi fasyankes yang merawat kasus positif Covid-19.

“Meski ada yang masuk PDP-pun masyarakat tidak perlu khawatir. Karena belum tentu itu positif. Bahkan Surabaya yang sekarang masuk Zona Merah itu seluruh warganya masuk kategori ODR,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan Bencana Non-alam dan Penanganan Percepatana Covid-19 Setijabudhi mengungkapkan, bahwa berbagai upaya telah dilaksanakan dalam memutus mata rantai penyebaran Corona di Bangkalan.

Selain mendirikan posko, pihaknya juga saat ini gencar melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah tempat strategis baik di terminal, perkantoran, masjid dan fasilitas umum lainnya.

Wakil Bupati Bangkalan Mohni juga meminta, dengan didirikannya Posko Terpadu Pencegahan dan Penanggulangan Virus Corona atau Covid-19 di kantor Dinkes Bangkalan, diharap mampu maksimal dalam mencegah tersebarnya virus baru tersebut.

“Saya minta peran posko ini dioptimalkan. Terutama untuk melayani pemeriksaan dari masyarakat serta mempermudah mereka mendapatkan penanganan dan informasi terkait virus corona ini,” tukasnya. (ina/waw)

Berikut daftar penyebaran ODR di Kabupaten Bangkalan :

  1. Kamal

ODP 1

ODR 19

  1. Klampis

ODP 1

ODR 31

PDP 1

  1. Geger

ODR 30

  1. Sepulu

ODR 21

  1. Tanjung Bumi

ODR 15

  1. Kokop

ODR 21

  1. Konang

ODR 7

  1. Labang

ODR 17

  1. Blega

ODR 50

  1. Modung

ODR 2

  1. Galis

ODR 10

  1. Tanah Merah

ODR 11

ODP 14

  1. Kwanyar

ODP 5

  1. Tragah

ODR 11

  1. Arosbaya

ODR 12

  1. Socah

ODR 9

  1. Bangkalan

ODR 8

  1. Burneh

ODR 3

Rincian:

ODP 16

ODR 288

PDP 1

POSITIF 0

MENINGGAL 0

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *