2KD Tidak Bisa Akses Langsung Dana Pilkades

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) SERIUS: Perwakilan P2KD Saat mengikuti Bimtek lanjutan di Gedung Merdeka, Bangkalan, kemarin.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Penggunaan dana pemilihan kepala desa (pilkades) terbatas. Hal tersebut diungkapkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan. Berdasarkan rencana penggunaan dana Pilkades 2021, total dana Rp10 miliar hanya dapat diakses oleh bendahara desa atau kepala urusan keuangan.

Salah satu Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Kecamatan Kamal M Fadol menuturkan penggunaan anggaran pilkades belum dijelaskan secara teknis. Padahal, perencanaan sudah harus segera dirancang. Apalagi dengan adanya pembatasan daftar pemilih tetap (DPT) setiap TPS. Tentu nantinya akan memungkinkan ada tambahan TPS lebih dari biasanya. ”Ini kan perencanaan sudah harus segera selesai, tapi teknisnya masih belum dijelaskan,” ucapnya.

Fadol mengungkapkan, penjelasan teknis seperti itu sangat dibutuhkan untuk memberikan pandangan pelaksanaan dan perencanaan pembelanjaan. Sebab, jika nanti ternyata dana tidak dapat diakses atau belum siap saat mendekati pelaksanaan, tentu akan merepotkan petugas. ”Kami harap segera ada penjelasan, agar kami bisa segera memastikan anggaran kebutuhannya,” paparnya.

Kabid Pemerintahan Desa DPMD Bangkalan Hendiyansyah menjelaskan, dana pilkades tersebut bakal dibagi sesuai dengan jumlah DPT setiap desa. Dana akan dicairkan melalui bendahara desa. ”Kalau sudah diajukan, nanti cairnya ke bendahara desa,” ulasnya.

Menurut lelaki yang akrab disapa Radit itu, P2KD tidak dapat mengakses dana tersebut secara langsung. Pembelanjaan kebutuham tetap dilakukan oleh desa. P2KD hanya dapat menerima barang yang sesuai dengan yang diajukan. ”Pembelanjaan nanti harus melalui bendahara, P2KD tidak boleh menerima uang tunai,” tegasnya.

Mengenai teknis pencairan, dana akan dicairkan setelah proses pengajuan. Sehingga bisa digunakan langsung untuk belanja kebutuhan pilkades. Sebab, jika dicairkan di akhir, tentu akan membuat panitia kesulitan. ”Nanti dananya cair di awal, bukan di akhir, karena sifatnya penggunaan dan pembelanjaan langsung,” pungkasnya. (km59/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *