3.507 Siswa Belum Terima Dana PIP Sejak Tahun 2019

  • Whatsapp
(KM/FA'IN NADOFATUL M.) BELUM CAIR: Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Moh. Yakub bersama Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Bambang Budi Mustika

Kabarmadura.id/Bangkalan-Setelah adanya dugaan penyelewengan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kompol II, Kecamatan Geger, kini terungkap 3.507 siswa penerima anggaran PIP pada tahun 2019 belum dicairkan.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Disdik Bangkalan, Moh. Yakub mengatakan, untuk tahun 2019, sekitar 45 ribu siswa SD yang menerima PIP. Nominal PIP berbeda-beda, untuk kelas 2 sampai 5 akan mendapatkan sebesar Rp450 ribu, sedangkan untuk kelas 6, sebesar  Rp225 ribu.

“Itu jumlahnya sama di seluruh kecamatan yang ada di Bangkalan,” katanya.

Belum dicairkannya PIP tersebut, kata Yakub, lantaran masih di BRI sebagai bank penyalurnya. Belum tuntasnya pencairan PIP tahun 2019 itu, karena ada keterlambatan sekolah dalam pengajuan pencairannya.

Selain itu, dirinya belum bisa merekap jumlah sekolah yang belum mencairkan PIP tersebut pada tahun 2019. Ia hanya mengatakan, jumlah 3 ribu anak penerima PIP yang belum dicairkan tersebut, tersebar di seluruh Bangkalan.

“Juga kemungkinan ada keterlambatan pencairan dari BRI sendiri maupun kurangnya informasi pencarian dari orang tua siswa,” ujarnya.

Menanggapi adanya dugaan penyelewengan dana PIP sebelumnya di SDN Kompol II, Kecamatan Geger dan belum tuntasnya pencairan PIP tahun 2019, dia berjanji akan melakukan koordinasi lagi dengan Korwil Pendidikan dan setiap kepala sekolah agar tidak terjadi penyelewengan tersebut.

“Akan kami arahkan, beri pendampingan trus agar tidak ada dugaan-dugaan penyelewengan lagi dan benar-benar mengerti tata cara pencairan PIP ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Nur Hasan mengatakan, bahwa sebaiknya pencairan PIP tidak dilakukan secara fresh money atau tuna. Siswa dibuatkan ATM yang nantinya bisa dipegang oleh masing-masing orang tua. Hal tersebut dirasabisa efektif untuk mencairkan PIP dan meminimalisir adanya penyelewengan.

“Kalau bisa untuk penerima hak masing-masing jangan tunai atau fresh money tetapi non tunai dan siapkan kartu ATM untuk PIP,” sarannya.

Di sisi lain, Relationship Manajer Dana BRI Bangkalan Muhammad Ayub menyampaikan, ada dua mekanisme pencairan dana PIP, yakni secara mandiri atau kolektif. Menurutnya, cara kolektif bisa dilakukan, jika di suatu kecamatan tersebut belum ada unit kerja BRI. Selian itu pula ada beberapa persyaratan yang harus terpenuhi.

“Metode pencairan ada dua, secara kolektif dan mandiri. Syarat pencairan kolektif salah satunya, harus ada surat kuasa dan juga surat pertanggungjawaban mutlak dari kepala sekolah (SPTJM),” tandasnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *