oleh

3.867 Pelanggan PDAM Sampang Tanpa Water Meter

Kabarmadura.id/SAMPANG- Pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Kabupaten Sampang, mencatat terdapat sebanyak 3.867 pelanggan tidak dilengkapi water meter. Akibatanya, jumlah pemakaian air tidak terukur atau bocor, karena sistem pembayaran berdasarkan perkiraan atau asal-asalan tanpa adanya ukuran dan ketentuan pasti antara jumlah pemakaian air dengan beban yang harus dibayar oleh pelanggan.

Jumlah pelanggan PDAM Trunojoyo Sampang per Februari 2019 tercatat 10.819 pelanggan. Namun sebanyak 3.867 pelanggan dipastikan tanpa water meter, dengan rincian karena rusak dan hilang mencapai 2.179 pelanggan dan pelanggan yang tidak ada water meternya berjumlah 1.688 unit.

Direktur PDAM Trunojoyo Sampang yang dikonfirmasi melalui Kabag Hubungan Langganan (Hublan) Yazid Sholihin memaparkan, hingga saat ini, banyak pelanggan yang belum terpasang water meter, maka proses pembayaran dilakukan berdasarkan perkiraan rata-rata pemakaian setiap bulan. Karena sebagian pelanggan, meterannya rusak dan belum diganti. Untuk itu, pihaknya berjanji akan terus melakukan upaya pemasangan water meter ke sejumlah pelanggan.

”Yang belum dilengkapi meteran ada sebanyak 3.867 pelanggan. Maka, tahun ini kami targetkan pemasangan water meter sebanyak 2.500 unit,”ujar Yazid Sholihin kepada Kabar Madura.

Ia menjelasakan, bagi pelanggan PDAM Trunojoyo yang water meternya rusak, akan diganti melalui program meterinisasi. Sedangkan untuk water meter yang hilang atau belum pernah memiliki, bisa mengajukan permohonan pemasangan baru dengan membayar Rp250 ribu per unit dengan cara menyicil selama tiga kali angsuran.

Lanjut Yazid, pelanggan yang tidak memiliki water meter, diyakini dapat merugikan kedua belah pihak, antara pelanggan dan perusahaanya, karena system pembayaran dilakukan berdasarkan perkiraan, tidak berdasarkan jumlah pemakaian yang riil. Pihaknya meminta para pelanggan segera memproses pemasangan water meter agar tidak sama-sama dirugikan.

”Kami minta ada kerjasama, utamanya pelanggan yang tidak ada water meternya segera memproses, agar sistem pembayaran lebih akurat dan semua tidak pihak yang dirugikan,”pintanya.

Dengan demikian, Yazid menegaskan, program meterinisasi atau pemasangan water meter itu harus dilakukan bertahap disesuaikan dengan kemampuan keuangan dari PDAM tlrunojoyo yang merupaka salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kabupaten Sampang yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan air bersih kepada masyarakat.

”Pemasangan water meter ini harus bertahap, tahun ini PDAM menargetkan program meterinisasi sebanyak 2.500 unit dengan menelan anggaran sekitar Rp625.000.000,”tukasnya. (sub/pai)

Komentar

News Feed