3 Desa di Pamekasan Terancam Tidak Bisa Cairkan DD

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Pamekasan-Waktu pencarian Dana Desa (DD) tahap tiga di wilayah Kabupaten Pamekasan, tersisa empat belas hari lagi. Namun hingga kini, masih ada 3 desa yang terancam tidak bisa mencairkan DD tahap  terakhir tersebut.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pamekasan melalui Bendahara Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKBKD) Jamali mengungkapkan, untuk DD dibagi menjadi tiga tahap pertama 20 persen, tahap kedua 40 persen, dan tahap ketiga 40 persen.

Pada tahap kedua, masih tersisa tiga desa yang masih belum mencairkan DD tersebut. Ketiganya belum bisa mencairkan DD, karena belum menyelesaikan laporan realisasi DD tahap sebelumnya.

“Di Kecamatan Pamekasan satu desa, yakni Desa Laden. Kemudian, Kecamatan Pakong ada dua desa, yakni Desa Cenlecen dan Desa Klompang Timur,” ungkapnya, Senin (16/12/2019).

Dijelaskan olehnya, deadline untuk melakukan pencairan DD tahap tiga, yakni sampai pada 23 Desember 2019 mendatang. Jika sampai batas waktu itu pemerintah desa tidak bisa memenuhi syarat pencairan, pihaknya memastikan DD untuk tiga desa itu hangus.

Namun demikian diungkapkannya, seperti pengalaman pada tahun sebelumnya, pihaknya berkeyakinan setiap desa di 13 kecamatan akan menyerap DD secara penuh.

“Mungkin akan terealisasi semua untuk dana desa,” tukasnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Ali Maskur menyampaikan, dirinya akan memanggil beberapa camat yang desanya tidak  melakukan pencairan terhadap DD pada tahap ketiga.

“Kita punya jadwal untuk memanggil camat desa setempat, karena ada kasus seperti ini dengan kadesnya sekalian akan dipanggil,” katanya.

Dia juga menambahkan dengan adanya pemanggilan tersebut, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap realisasi DD di beberapa desa yang belum melakukan pencairan DD tahap tiga. Hal itu untuk memastikan, DD benar-benar digunakan untuk melayani masyarakat sesuai dengan amanah perundang-undangan yang berlaku.

“Kalau begini caranya ini kan menghianati rakyat,  diberi amanah dana desa tetapi tidak dicairkan, ini kan sudah lalai sebagai petugas aparatur desa,” tandasnya. (rul/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *