3 Destinasi Wisata Milik Pemkab Sumenep Kembali Dibuka

  • Whatsapp
F-Pantai (FOTO: KM/MOH RAZIN) BERLIBUR: Saat masyarakat berlibur di Pantai Lombang, pembukaan tiga destinasi milik Pemkab Sumenep diharapkan bisa menyumbang PAD.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata terancam timpang. Sebab, sampai saat ini dari tiga destinasi binaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, masih mampu menyetor 4 persen dari target retribusi yang telah ditetapkan.

Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep Imam Buchari mengatakan, meski tahun sebelumnya retribusi pariwisata tidak mencapai target, namun pihaknya tetap menaikkan target retribusi sebesar 15 persen.

“Ya sudah dibuka semua, mulai dari Pantai Lombang, Pantai Slopeng, dan Keraton. Tetapi mungkin karena baru dibuka sehingga masih sedikit yang masuk,” katanya, Senin (21/6/2021).

Dikatakannya, target PAD dari sektor wisata tahun 2020 ditarget Rp500 juta. Berhubung aktivitas ditutup maka diturunkan targetnya menjadi Rp300 juta, namun yang masuk hanya sekitar 30 persen saja. Sementara untuk kenaikan tetap berpatokan pada jumlah normal yaitu 15 persen dari Rp500 juta.

Menurut Imam, kenaikan target tidak menjadi persoalan. Sebab, minimnya pemasukan karena masyarakat belum banyak yang tahu tentang tiga destinasi wisata yang sudah dibuka.

“Karena selama ini yang banyak buka wisata lain, sementara yang dikelola pemerintah masih baru dibuka. Hal itu sebagai contoh kepada pengelola swasta, namun dengan protokol kesehatan yang ketat maka dibuka juga,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Sumenep Siti Hosna mengatakan, untuk memaksimalkan pengelolaan wisata milik pemerintah daerah, maka ada beberapa opsi yang harus diperhatikan, di antaranya tekankan semaksimal mungkin soal sosialisasi tentang pembukaan wisata ini. Kedua soal fasilitas yang harus lebih dilengkapi.

“Wisata milik swasta itu banyak, dan kayak bagus-bagus, artinya milik pemerintah selaku penyumbang PAD harus ada inovasi terutama dalam pengelolaannya,” tukasnya. (ara/mam)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *