oleh

3 Tahun Gedung Sentra BatikPamekasan Seperti Monumen

Kabarmadura.id/Pamekasan – Pembangunan gedung sentra batik di Desa Klampar Kecamatan Proppo Pamekasan hingga saat ini belum dioperasikan. Meski sudah tiga tahun dibangun namun kondisinya dibiarkan tanpa ada kejelasan, bahkan seperti bangunan monumen.

Menurut pengakuan salah satu pengusaha batik di Desa Klampar Faisur Rahman, mengatakan jika gedung sentra batik sudah tiga tahun dibangun, namun sampai saat ini belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

”Kami tidak mengerti kenapa bangunan sentra batik dibiarkan begitu saja, padahal sudah sekitar tiga tahun pembangunannya, kami butuh kepastian, bukan dibiarkan seperti monumen kayak ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Ahmad Sjaifuddin mengatakan, gedung sentra batik masih dalam proses penyelesaian pembangunan. Saat ini pembangunan difokuskan pada tempat pameran dan parkir kendaraan. Dikatannya, anggaran pembangunan sentra batik bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).

“Itu masih dalam proses pembangunan, kalau tahun ini sepertinya tidak akan selesai, semoga tahun depan sudah selesai dan sudah bisa ditempati,” ucapnya.

Ahmad (Sapaan akrabnya), jika gedung sentra batik sudah dibangun pada 2017 lalu. Tahun ini  saja dianggarkan sebesar Rp5,2 miliar. Pihaknya tidak bisa memastikan terkait pemanfaatan gedung tersebut. Ia hanya bisa berharap pada tahun 2021 pembangunan segera selesai dan masyarakat Klampar sudah bisa memanfaatkan gedung tersebut.

“Nanti kami juga akan berkoordinasi dengan kepala desa setempat, kita kan belum koordinasi dengan kepala desanya,” paparnya.

Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Ismail A Rahim mendesak agar pembangunan  sentra batik segera diselesaikan. Dikatakanya, gedung sentar batik sangat bermanfaat bagi para pengrajin dan pengusaha batik.

Menurutnya, pemerintah harus segera menyiapkan konsep pengelolaan gedung tersebut. Bahkan dia menyebutkan, sebaiknya gedung tersebut dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan sebab jika gedung itu dikelola oleh desa khawatir desa tidak bisa mengurusnya dengan baik.

“Saran kami, gedung itu nanti dikelola pemkab, jadi dari sekarang sistem tata kelolanya mesti harus dipersiapkan,” ucapnya. (ali/mam)

Komentar

News Feed