oleh

32 Desa di Kabupaten Sampang Harus Rapel Penyaluran BLT-DD

Kabarmadura.id/Sampang-Pemerintah pusat mengeluarkan intruksi kepada seluruh kepala desa, untuk menyalurkan bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD) terhadap keluarga penerima manfaat (KPM) terdampak Covid-19.

Dalam surat dengan Nomor 1 Tahun 2020 tentang Percepatan Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tertanggal 15 Mei 2020, pada poin pertama disebutkan, bahwa kepala desa diinstruksikan untuk menyalurkan BLT-DD sebelum tanggal 24 Mei 2020 atau sebelum hari raya Idul Fitri 1441 Hijriyah.

Namun faktanya, di Kabupaten Sampang masih banyak kepala desa yang terkesan mengabaikan instruksi tersebut. Sebab sampai saat ini masih banyak desa yang belum mendistribusikan BLT-DD kepada KPM.

Catatan Kabar Madura, sedikitnya ada 32 desa yang tidak menyalurkan BLT-DD tersebut. Akibatnya, pada bulan kedua penyaluran bantuan sosial itu, 32 desa tersebut harus menyalurkan BLT-DD dengan cara dirapel atau digabungkan dengan bulan sebelumnya.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang Suhanto mengatakan, lambannya penyaluran BLT-DD di 32 desa tersebut, lantaran kepala desa meminta untuk disalurkan melalui rekening atau non tunai.

Hal itu berpedoman pada teknis penyaluran BLT-DD dibagi dua pilihan. Yakni pilihan pertama secara tunai dengan diberikan secara langsung kepada KPM. Kemudian yang kedua melalui rekening atau non tunai. 32 kades tersebut memilih untuk menyalurkan melalui rekening.

“Kades mempunyai hak untuk memilih salah satu pilihan itu,” ungkapnya, Kamis (28/5/2020).

Tidak hanya itu, tidak disalurkannya BLT-DD tersebut karena memang ada desa yang sudah mencairkan DD, namun pada saat pengajuan pencairan DD tidak mencantumkan penggunaan untuk penyaluran BLT.

Sebab, waktu mencairkan DD tahap I, belum ada aturan tentang penyaluran BLT-DD. Sementara, aturan penyaluran BLT-DD baru keluar pada tanggal 14 April 2020, dimana mayoritas desa sudah melakukan pengajuan pencairan DD untuk program pembangunan desa.

“KPM BLT DD jangan khawatir, karena haknya tetap ada namun dirapel,” imbuhnya.

Selain itu, tidak kunjung disalurkannya BLT-DD itu, lantaran ada desa yang masih proses penyempurnaan data penerima. Sebab, data dari Dinas Sosial (Dinsos) Sampang tersebut belum final, jadi setelah final masih disandingkan lagi takut tumpang tindih.

“Pemerintah desa ini akan mengumpulkan KK di desa masing-masing, namun dari semua KK yang dikumpulkan tersebut belum tentu jadi penerima BLT-DD ini, sebab nanti masih akan diverifikasi,” pungkasnya. (mal/pin)

Komentar

News Feed