Khairul Umam, Ketua HMJ Manajemen UNIBA Madura

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SYAHID MUJTAHIDY) INSPIRATOR: Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen di Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura Khairul Umam.

Kabarmadura.id/Sumenep-Banyak mahasiswa yang masih menggantungkan kebutuhan hidupnya terhadap orang tuanya. Namun, tidak sedikit pula yang memilih kuliah sembari mengais rezeki, seperti yang dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura Khairul Umam.

SYAHID MUJTAHIDY, SUMENEP

Bacaan Lainnya

Mahasiswa jurusan manajemen itu tidak memberatkan kebutuhan hidup dan kuliah terhadap orang tuanya. Dia memilih berdagang Sarung Bugis untuk menyambung hidup serta keuangan perkuliahan.

Akan tetapi, pemuda kelahiran 24 Agustus 1998 tersebut tidak membuka ruko untuk berjualan. Dia berdagang via online guna bisa tetap berkuliah sembari mengais rezeki.

“Pengorbanan untuk kuliah, iya harus bisa membayar uang kuliah dengan hasil kerja sendiri. Hanya di dunia usaha sih, tapi alhamdulillah walaupun hanya bisnis online harus benar-benar bisa membagi waktu. Itu guna menjaga loyalitas costumer saya,” ceritanya kepada Kabar Madura, Rabu (13/5/2020) pagi.

Guna mempermudah urusan administrasi, mahasiswa jurusan manajemen tersebut mengubah status kependudukan ke Desa Pamoloan, Kecamatan/Kabupaten Sumenep, setelah selesai belajar di Sekolah Menengah Atas (SMA) Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Amin Prenduan, Sumenep. Sejatinya, dia berasal dari Pulau Masalembu di Kabupaten Sumenep.

“Saya kelahiran Pulau Masalembu. Hanya karena sudah mondok di Sumenep dan meneruskan kuliah sambil kerja di Sumenep, jadi mengubah KTP dan KK ke alamat Pamoloan, biar ada apa-apa gampang ngurusnya,” sambungnya.

Hebatnya, Khairul Umam tidak sebatas memiliki kesibukan kuliah dan berdagang. Namun, dia sembari mengabdi ke kampus UNIBA Madura. Itu setelah sukses menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen UNIBA Madura.

Menurutnya, ketiga kesibukan itu bisa dilakukan tanpa menemui aral, ketika bisa mengatur waktu dengan baik.

Lebih lanjut, Khairul Umam menyampaikan, keputusannya mengambil resiko untuk menjalani tiga kesibukan sekaligus, lantaran tidak mau menyia-nyiakan kesempatan belajar di masa perkuliahan.

“You can, if you think you can (kamu bisa, jika kamu berfikir mampu). Jika kita tidak bisa memanfaatkan waktu belajar di waktu muda, maka kapan lagi kita akan belajar. Waktu tidak akan datang kedua kalinya,” tandasnya. (nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *