oleh

34.261 Penduduk di Bangkalan Tidak Memiliki e-KTP

KABARMADURA.ID, BANGKALAN, GEGER-Kepemilikan elektronik kartu tanda penduduk (e-KTP) di Kabupaten Bangkalan masih di atas angka ribuan. Tercatat pada tahun ini sebanyak 34.261 penduduk belum memiliki dokumen administrasi kependudukan.

Kabid Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Bangkalan Tulsi membenarkan, terkait banyaknya jumlah penduduk yang belum memiliki e-KTP. Hal tersebut diduga disebabkan oleh banyaknya warga yang sudah berusia cukup tua dan merantau ke luar daerah.

“Iya benar, memang masih banyak yang belum punya e-KTP, makanya kami masih menggalakan pelayanan perekaman,” tuturnya.

Menurutnya dari ribuan penduduk yang belum memiliki e-KTP didominasi oleh lansia. Sehingga tim perekaman harus menjemput bola dan memenuhi kebutuhan tersebut.

“Kami harus datang melakukan perekaman, agar mereka bisa memiliki KTP,” tambahnya.

Selain lansia, warga yang sebelumnya merantau ke luar negeri juga mendominasi tidak memiliki dokumen kependudukan yang lengkap. Sehingga jumlahnya terhitung masih banyak.

“Banyak yang merantau juga, sehingga memang jumlahnya begitu banyak,” paparnya.

Ditambahkannya, saat ini pembuatan e-KTP lebih mudah. Bisa langsung ke kantor kecamatan atau Dispendukcapil. Selain itu dia meminta agar semua pihak bisa memberikan informasi terkait pentingnya administrasi kependudukan.

Salah satu warga Desa Kombangan, Kecamatan Geger, Abdur Rahman menjelaskan, kepemilikan e-KTP belum merata. Diakuinya salah satu faktor karena minimnya akses informasi serta kurangnya perhatian dari pemerintah, terutama bagi yang lokasinya di pelosok desa.

“Masih belum rata, banyak yang belum punya KTP, karena memang tidak ada yang membantu menguruskannya,” jelasnya.

Di daerahnya, menurut Rahman, banyak yang tidak memiliki e-KTP karena sebagian banyak warga yang merantau dan membawa anak sejak kecil. Sehingga setelah kembali ke tanah air, dokumen kependudukannya belum lengkap.

“Banyak juga yang merantau, dan ini kan harusnya juga menjadi perhatian pemerintah setempat. Dulu kan kalau mau buat KTP dijemput ke rumahnya, sedangkan untuk perpanjangannya mereka rata-rata tidak tahu,” paparnya. (km59/mam)

Komentar

News Feed