34 ODP Covid-19 di Pamekasan, Rumah Sakit Kekurangan APD

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Pamekasan-Wilayah Kabupaten Pamekasan menjadi daerah orang dalam pemantauan (ODP) terbanyak dari empat kabupaten di Madura. Satuan Tugas (Satgas) Pendemi Covid-19 Pamekasan mencatat, sudah terdeteksi 34 ODP.

Kendati demikian, alat perlindungan diri (APD) yang tersedia bagi tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Slamet Martodirdjo Pamekasan, masih sangat terbatas.

Mengenai hal itu, Direktur RSUD Dr. Slamet Martodirdjo Pamekasan Moh. Farid Anwar masih akan mengkordinasikan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur (Jatim).

“Kalau APD, iya kurang, untuk mengantisipasi, Senin kami ke dinkes provinsi untuk jaga-jaga, seperti pakaian, semuanya itu, untuk penangan virus Corona,” paparnya, Minggu (22/3/2020).

Sedangkan soal kebutuhan anggaran khusus penanganan Covid-19, pihaknya sudah berupaya menggeser beberapa anggaran yang memungkinkan untuk bisa digunakan dalam mewaspadai tersebarnya virus itu. Namun untuk sementara pihaknya belum bisa menghitung  kisarannya, sebab edaran dalam penanganannya diterima pada hari Sabtu (21/3/2020).

“Termasuk juga masker-masker, kan bukan hanya di ruang isolasi kan, lainnya juga butuh, sudah sedang dihitung,” ungkapnya.

Sementara itu, menurut juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Pendemi Covid-19, Achmad Marsuki, berdasarkan data yang dikeluarkan Provinsi Jawa Timur (Jatim), Pamekasan manjadi kabupaten terbanyak untuk ODP Covid-19, yakni 34 ODP dengan satu orang pasien dalam pengawasan (PDP), sedangkan Sumenep 10 ODP, Sampang 7 ODP, Bangkalan 2 ODP.

Karenanya, pihaknya meminta masyarakat bisa melakukan tindakan preventif agar masyarakat yang berada di daerah tidak terkana virus tersebut.

“Itu setiap jam dan harian kami pantau, setelah 14 hari dipantau ternyata tidak ada masalah, itu lepas sudah, keluar dari hitungan, misalnya ada yang datang lagi, bertambah lagi, jadi itu selalu berubah, sementara angkanya begitu,” terangnya.

Pria yang menjabat sebagai pelaksana tugas (plt) kepala Dinas Kesehatan Pamekasan itu mengaku terus berupaya menekan tersebarnya virus yang mematikan tersebut. Namun butuh kesadaran bersama dalam melaksanakannya.

“Kami bergerak ke masyarakat untuk mengadakan penyuluhan dan pencegahan, di mana pastinya, dari kebersihan lingkungan dan kebersihan perorangan, kemudian mereka yang datang dari area resiko kami pantau sampai ke rumahnya,” pungkasnya. (rul/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *